Cheng Yu Pilihan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) Jokhanan Kristiyono: Yu Shi Tui Yi

Cheng Yu Pilihan Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS) Jokhanan Kristiyono: Yu Shi Tui Yi

Pegangan hidup Jokhanan Kristiyono, ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS). -HARIAN DISWAY-

HARIAN DISWAY - Bai Yansong, news anchor kenamaan Tiongkok, dalam suatu acara pernah menceritakan perjalanan Deng Xiaoping waktu ke Jepang.

Itu tak lama setelah Deng memutuskan untuk membuka Tiongkok kepada dunia luar dengan kebijakannya yang awalnya menuai pro-kontra yang sengit: Gaige Kaifang (Reformasi dan Keterbukaan).

Di Jepang, kata Bai Yansong, Deng naik Shinkansen. Ia diceritakan mengenai bagaimana canggihnya dan cepatnya kereta peluru tersebut oleh pejabat Jepang yang menemaninya di gerbong. Deng hanya diam. Menyimak. Tak berkomentar apapun sepanjang perjalanan.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Fashion Educator Aryani Widagdo: Xue Hai Wu Ya

Sampai akhirnya tiba di stasiun terakhir, Deng baru angkat bicara. "Kita, Tiongkok, sudah terlalu terbelakang. Tidak bisa lagi mengejar ketertinggalan dengan hanya berjalan. Kita harus berlari!" tegas Deng.

Lecutan-lecutan dari Deng dengan bahasanya yang memang tak pernah teoritis itulah yang menjadikan Tiongkok semelesat yang Anda lihat sekarang kemajuannya.

Deng menyadari bahwa ketertinggalan Tiongkok sejak 1949 hinggal 1978 adalah karena kekakuan dalam berideologi yang lantas menyebabkan keengganan mereka untuk luwes belajar kepada dunia yang kian hari kian maju.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Konsultan Pendidikan Intact Base Taiwan-Surabaya Nia Istiana Dewi: Wei Yu Chou Mou

Maka mungkin kita perlu mengamini apa yang jadi pegangan hidup Jokhanan Kristiyono, ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa-AWS), yang mirip dengan pernyataan Martin Luther King Jr.

"Dunia saat ini terus bergerak maju dan sangat pesat. Untuk menghadapi dan menguasainya, maka kita harus dapat terbang tinggi," ujar Jokhanan.

"Jika tidak bisa terbang, maka berlarilah. Jika tidak bisa berlari, maka berjalanlah. Jika tidak mampu berjalan, maka merangkaklah. Artinya kita harus terus bergerak untuk menghadapinya," lanjutnya.

BACA JUGA: Cheng Yu Pilihan Ketua PORSI Jatim Sri Juliati Nirawan: Jian Shan Tian Xia

Berarti, sebagaimana ribuan tahun silam dituliskan penyair kenamaan dinasti Tang Li Bai (701–762) dalam salah satu sajaknya, walau bagaimanapun kita mesti "与时推移" (yǔ shí tuī yí): berjalan beriringan dengan perkembangan zaman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: