Kecelakaan Kapal di Jembatan Baltimore Berpotensi Berikan Pengaruh Buruk Pada Perusahaan Besar

Rabu 27-03-2024,13:52 WIB
Reporter : Hilmy Maulana
Editor : Heti Palestina Yunani

HARIAN DISWAY - Kapal bernama Dali itu menabrak tiang penyangga Jembatan Francis Scott Key pada Selasa, 26 Maret 2024, dini hari sehingga menyebabkan jembatan itu ambruk.

Jembatan tersebut membentang dari pintu masuk Pelabuhan Baltimore, pelabuhan tersibuk di AS untuk ekspor mobil dan pelabuhan tersibuk kesembilan secara keseluruhan. Enam orang hilang diperkirakan tewas.

Pihak berwenang mengatakan lalu lintas maritim melalui pelabuhan tersebut yang tahun lalu mengangkut lebih dari 47 juta ton kargo asing akan ditunda sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Direktur jenderal Institut Ekspor dan Perdagangan Internasional yang mewakili perusahaan Inggris dalam perdagangan internasional Marco Forgione, mengatakan kepada BBC bahwa penangguhan ini akan berdampak secara signifikan pada rantai pasokan global.

BACA JUGA: KPLP Temukan 2 Korban Kecelakaan Kapal KM Dewi Noor 1, 1 Masih Hilang 

Sebab lebih dari 750 ribu mobil dan kendaraan transit melalui Baltimore pada tahun lalu.

"Itu adalah merek-merek besar Amerika, merek-merek Inggris dan UE, dari General Motors dan Ford hingga (Jaguar Land Rover), Nissan, Fiat, dan Audi,” ucapnya kepada The World Tonight di BBC Radio 4.

"Selain itu, Baltimore adalah pengekspor gas alam cair (LNG) yang signifikan dan hal ini mempunyai implikasi bagi Inggris dan UE. Sekitar setengah juta ton LNG keluar dari Baltimore setiap bulan," katanya.

Jadi dampak dari apa yang terjadi sangatlah signifikan dan akan menurun sebelum kita dapat membuat Baltimore kembali beroperasi,” tambahnya.

Selain lalu lintas maritim, Pelabuhan Baltimore secara langsung bertanggung jawab atas sekitar 15 ribu lapangan kerja dan membantu sekitar 140 ribu lapangan kerja lainnya.

Setelah kecelakaan itu, perusahaan pelayaran Denmark Maersk yang barang-barangnya diangkut oleh Dali menyatakan bahwa perusahaannya akan menghilangkan Baltimore dalam semua layanan di masa mendatang.

Selain itu, beberapa perusahaan kereta api dan batu bara telah memberi tahu pelanggannya tentang gangguan terhadap ekspor batu bara.

"Tidak ada keraguan bahwa ini akan menjadi dampak besar dan berkepanjangan terhadap rantai pasokan," kata Menteri Transportasi AS Pete Buttigieg.

“Masih terlalu dini untuk memberikan perkiraan mengenai apa yang diperlukan untuk membersihkan saluran tersebut dan membuka kembali pelabuhan,” katanya.

BACA JUGA: Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Gratis Dengan Kapal Laut, Ini Link dan Syarat Pendaftarannya

Kategori :