Erupsi Gunung Ruang Masih Berlangsung, Warga Dievakuasi Dengan Kapal TNI

Senin 22-04-2024,09:25 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Aktivitas vulkanik Gunung Ruang di Provinsi Sulawesi Utara masih terus berlangsung hingga Minggu, 21 April 2024.

Tim gabungan masih melakukan upaya evakuasi warga di berbagai kecamatan terdampak di Kabupaten Kepulauan Sitaro. Utamanya di Pulau Tagulandang.  

Proses evakuasi dan penyelamatan telah dilakukan sejak hari pertama Gunung Ruang mengalami eskalasi hingga level IV (Awas) atau sejak Rabu, 17 April 2024. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah memperingatkan bahaya lontaran material, guguran lava, awan panas, hingga potensi tsunami yang bisa diakibatkan oleh longsornya badan gunung ke laut. 

BACA JUGA:Terdampak Erupsi Gunung Ruang, 8 Ribu Warga Diungsikan

BACA JUGA:Dampak Erupsi Gunung Ruang Meluas, Penutupan Bandara Sam Ratulangi Diperpanjang

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Pemerintah Kabupaten Sitaro secara bertahap mengosongkan wilayah yang masuk ke dalam radius enam kilometer dari puncak gunung, sesuai rekomendasi Pusat dari PVMBG.

Selain dievakuasi ke wilayah radius yang aman, para warga juga dievakuasi menuju beberapa lokasi di luar Pulau Tagulandang, seperti Kota Manado, Kota Bitung dan Minahasa Utara.

Pemindahan sementara warga terdampak ini difasilitasi oleh TNI AL menggunakan KRI Kakap 811, Basarnas dengan KM Bima Sena dan ASDP yang mengerahkan KM Marina, KM Lokong Banua, KM Lohoraung, KM Pasatibo termasuk kapal ferry lainnya serta perahu motor milik warga.

Adapun warga yang dievakuasi keluar Pulau Tagulandang ini merupakan perantau, termasuk warga setempat yang memiliki keluarga di Kota Manado, Kota Bitung, dan Minahasa, hingga kelompok rentan meliputi ibu hamil, lanjut usia, disabilitas dan warga yang sakit dan membutuhkan perawatan intensif.

Sebelumnya, BNPB mencatat, lebih dari 8 ribu warga diungsikan ke beberapa tempat di luar jangkauan dampak dari letusan Gunung Ruang. Beberapa mengungsi di pusat-pusat pengungsian, beberapa di rumah kerabat di Kota Bitung, Manado, dan Minahasa Utara.

BACA JUGA:Masih Terdampak Letusan Gunung Ruang, Bandara Sam Ratulangi Manado Perpanjang Masa Penutupan

Untuk memenuhi kebutuhan permakanan bagi warga terdampak dan pengungsi termasuk personel lintas stakeholder yang bertugas, tim satgas gabungan juga telah mendirikan dapur umum lapangan di beberapa titik yang tak jauh dari lokasi pengungsian, seperti yang ada di Desa Apengsala, Kabupaten Sitaro. Dapur umum itu dikelola oleh Dinas Sosial bersama TNI.

Layanan dukungan psikososial oleh Kementerian Sosial juga terus dilakukan untuk pendampingan psikologis bagi anak-anak yang mengungsi. Hal ini dilakukan guna menghalau perasaan trauma dan memberikan hiburan selama tinggal sementara di pengungsian.

Sementara itu pos kesehatan juga sudah didirikan di Gedung Gereja Betel Paninteang, Desa Lesah, Kabupaten Sitaro. Tim dari Dinas Kesehatan, PMI, termasuk relawan lainnya terus memberikan layanan kesehatan dan membagikan masker secara rutin, menyusul erupsi Gunungapi Ruang masih terjadi secara berkala dan menyemburkan abu vulkanik yang dapat berisiko bagi kesehatan masyarakat.(*)

Kategori :