Kronologi Perseteruan Lucinta Luna dan Isa Zega Hingga Rencana Penjebakan Kasus Narkoba

Rabu 11-12-2024,02:46 WIB
Reporter : Jessica Laurent
Editor : Guruh Dimas Nugraha

BACA JUGA:Terciduk Narkoba Kali Kedua, Naufal Samudera Ditangkap di Hadapan Dinda Kirana

BACA JUGA:Program Napi Santri, Cara Lapas Probolinggo Ajak Warga Binaannya Terbebas dari Narkoba

Pengakuan Gebby saat dia berada di bawah naungan Mami Isa, dia merasa dicuci otak dengan membuat unggahan-unggahan terkait Lucinta yang sudah diatur oleh Isa. Hingga beberapa waktu berlalu, Gebby memutuskan untuk keluar dari manajemen dengan alasan pindah ke Bali.

Sampai pada permasalahan Lucinta yang baru-baru ini terungkap, Gebby memberikan pernyataan bahwa kasus narkoba yang dialami Lucinta empat tahun lalu adalah rencana jebakan yang dibuat oleh Isa. Bahkan Gebby mengaku menjadi saksi saat proses perencanaan itu.

Gebby Vesta beri kesaksian soal rencana penjebakan Isa Zega dan rentetan konflik antara ia dengan Lucinta Luna dan Isa Zega. --YouTube Deddy Corbuzier

“Aku ada di situ, Jadi mereka telpon-telponan, si IZ sama Adam Deni dan oknum. Dia bilang, kalau kasus riklona aja cuma bentar. Jadi, dia suruh si oknum itu beli inex dua atau tiga untuk ditaruh di tong sampah aja, terus dia transfer Rp 10 juta,” jelas Gebby.

Setelah Gebby memberikan penjelasannya, Lucinta juga mengungkapkan fakta lainnya. Bahwa ternyata dia dipaksa untuk mengaku bahkan dibuatkan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait penggunaan inex.

BACA JUGA:Tak Kapok Dibui, Residivis Narkoba di Surabaya Kembali Berulah

BACA JUGA:Pesta Narkoba di Jalan Kunti Surabaya Bubar, 11 Orang Diamankan 

Namun, sebelum kasus itu terjadi, Lucinta sempat mengalami gangguan mental yang mengharuskannya mengonsumsi obat riklona yang diresepkan oleh dokter. Namun, tiba-tiba resep itu menghilang dan tidak dapat dijadikan bukti saat ia dijebak.

“Aku emang konsumsi riklona karena itu resep dari dokter aku. Profesor bahkan. Tapi, tiba-tiba hilang begitu aja dan waktu kejadian ada inex di tong sampah. Aku udah ngajuin untuk sidik jari, tapi nggak digubris,” ungkapnya.

“Terus waktu pemeriksaan itu, meja tiba-tiba digebrak sama si oknum itu dan aku dipaksa ngaku dengan iming-iming agar hukumanku diringankan. Tapi pendirianku tetap. Aku tunggu pengacara datang,” ujarnya.

Pengakuan Lucinta di podcast itu sangat emosional. Mulai dari kisahnya yang dipaksa mengaku menggunakan inex dan berjuang untuk hidup di balik jeruji besi saat ia ditahan di Lapas Pondok Bambu, Jakarta Timur, dengan menjual barang-barangnya.

Dengan mengungkapkan hal itu, Lucinta berharap keadilan datang padanya, meskipun ia mengakui tak sepenuhnya bersalah.

Dengan menyebutkan nama-nama yang diduga terlibat dalam rencana penjebakan dirinya pada kasus narkoba tersebut, ia berharap fakta dan kebenarannya akan segera terungkap.(*)

Kategori :