HARIAN DISWAY - Bagi Jorge Martin, awal musim 2025 berubah menjadi mimpi buruk dalam karier balapnya.
Setelah memenangkan gelar MotoGP 2024 dan bergabung dengan Aprilia dengan ambisi besar, pembalap Spanyol itu kini menghadapi serangkaian cedera yang mengancam kemampuannya untuk mempertahankan mahkotanya.
Cedera yang dialaminya sejak pramusim memaksanya mundur dari Grand Prix Thailand, seri pembuka MotoGP 2025. Kehadirannya di seri kedua, Grand Prix Argentina pada pertengahan Maret, juga masih diragukan.
Kisah buruk Jorge Martin ini mirip dengan nasib Frederick Spencer pada musim balap 1984, ketika sang juara bertahan juga harus absen di seri pembuka akibat cedera.
BACA JUGA:Jorge Martin Absen di Seri Pembuka MotoGP, Pukulan Berat Aprilia Racing
BACA JUGA:MotoGP 2025: Jorge Martin Kembali ke Trek, Aprilia Siapkan Strategi Adaptasi
Serangkaian kemunduran fisik ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang peluang Jorge Martin dalam mempertahankan gelarnya dan menghadapi tantangan bersama tim pabrikan Aprilia.
Operasi Tambahan Perpanjang Masa Pemulihan
Jorge Martin harus menjalani operasi lanjutan untuk menstabilkan fraktur kompleks pada radius dan skafoid kiri, serta fraktur pada tulang kalkaneus.
Operasi keduanya berjalan lancar, tetapi membuatnya harus absen lebih lama dari yang diperkirakan. Aprilia mengonfirmasi bahwa prosedur tersebut dilakukan dengan pendekatan perkutan berbantuan artroskopi. Dua sekrup ditanamkan pada radius dan satu pada skafoid guna mempercepat penyembuhan.
"Operasi berjalan dengan baik," ujar pihak Aprilia dalam pernyataan resmi, seraya menambahkan bahwa prognosis pemulihan akan bergantung pada perkembangan kondisi Martin dalam beberapa hari ke depan.
BACA JUGA:Operasi Jorge Martin Sukses, Martinator Siap Terjun di Seri Pembuka MotoGP
BACA JUGA:Kontroversi Ban Michelin Pasca Insiden Jorge Martin di Tes MotoGP Sepang
Cedera Bertambah Parah Akibat Insiden Latihan
Cedera Jorge Martin bermula dari insiden highside saat tes pramusim di Sepang, yang menyebabkan patah tulang tangan kanan dan kaki kiri. Saat itu, operasi awal berjalan sukses, dan ia menjalani pemulihan intensif agar bisa tampil di Grand Prix Thailand.
Namun, harapannya sirna setelah mengalami insiden saat latihan Supermoto di Spanyol. Luka-lukanya kembali terbuka, memperburuk kondisinya, dan menghancurkan peluangnya untuk memulai musim di Buriram.
Kini, Jorge Martin tak hanya dipastikan absen di Grand Prix Thailand, tetapi juga kemungkinan besar melewatkan seri kedua di Argentina pada 15-16 Maret.
Pabrikan Aprilia menegaskan bahwa waktu pemulihannya belum bisa dipastikan dan akan dievaluasi lebih lanjut setelah operasi.
"Ambisinya untuk mempertahankan gelar bertolak belakang dengan awal tahun yang penuh kemunduran fisik," tegas Aprilia dalam siaran persnya.
BACA JUGA:KTM dan Peluang Kedua di MotoGP, Pengadilan Austria Kabulkan Restrukturisasi
BACA JUGA:Aprilia Hadapi Tantangan Panas di MotoGP, Perjuangan RS-GP dalam Cuaca Ekstrem
Lorenzo Savadori Siap Menggantikan Martin
Untuk sementara, pembalap penguji Aprilia, Lorenzo Savadori, telah ditunjuk sebagai pengganti Jorge Martin di Buriram. Aprilia berharap Martin segera pulih agar bisa kembali ke lintasan secepatnya.
Awal musim 2025 memang terlihat sulit bagi Jorge Martin dan Aprilia. Sementara sang juara dunia berjuang dalam pemulihannya, tim harus menghadapi ketidakhadiran pemimpinnya di lintasan.
Beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu bagi Aprilia: apakah Jorge Martin bisa kembali ke performa terbaiknya untuk putaran berikutnya?
(*)