Menteri Agama Perkenalkan Asta Protas: Delapan Program Prioritas Kemenag Berdampak

Jumat 07-03-2025,14:36 WIB
Reporter : Shabrina Wa Zakiah*
Editor : Taufiqur Rahman

Dalam bidang pendidikan, Kemenag menargetkan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi dengan meningkatkan daya saing lembaga pendidikan agama dan keagamaan. 

BACA JUGA:Link Daftar Nama Jemaah Haji Reguler Jatim 2025, Kemenag Imbau Pelunasan

Selain itu, Menag menjelaskan "Kita juga akan selesaikan PPG Guru Dalam Jabatan, insya Allah dalam dua tahun ke depan. Jika guru tersertifikasi, harapannya akan lebih profesional. Kesejahteraan juga bisa ditingkatkan melalui tunjangan profesi," jelasnya.

5 Pemberdayaan Pesantren 

Pesantren telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan di Indonesia, bahkan sebelum kemerdekaan. Kontribusinya dalam membentuk karakter bangsa dan memberikan pendidikan berbasis keagamaan sangat signifikan. 

BACA JUGA:Kemenag Efisiensi Anggaran, Dipotong Rp12 Triliun, Pertahankan Gaji Pegawai dan Beasiswa

Menag juga menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi umat. “Kemenag terus berkomitmen mengembangkan pesantren sebagai tempat pembelajaran yang aman, ramah anak, dan inklusif,” tuturnya.

6 Pemberdayaan Ekonomi Umat 

Sementara itu, dalam upaya Pemberdayaan Ekonomi Umat, Kemenag akan memperkuat tata kelola dana sosial keagamaan seperti zakat dan wakaf agar lebih optimal dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

BACA JUGA:Kemenag Umumkan Daftar Jamaah Haji Khusus yang Berhak Lunasi Biaya Haji

Zakat misalnya, potensinya mencapai Rp 327 triliun. Tapi yang terhimpun baru sekitar Rp 41 triliun. “Penghimpunan dana sosial harus maksimal dan distribusinya tepat sasaran sehingga berdampak pada pemberdayaan ekonomi umat,” kata Menag.

7 Sukses Haji 

Haji 2025 kemungkinan menjadi tahun terakhir pelaksanaan haji yang dikelola oleh Kementerian Agama, sehingga Kemenag berupaya memberikan warisan terbaik dalam penyelenggaraannya. 

BACA JUGA:Biaya Haji 2025 Turun, Kemenag: Jamaah Dapat Manfaat dari Efisiensi dan Negosiasi

Upaya peningkatan kualitas layanan haji juga dilakukan melalui penguatan ekosistem ekonomi haji, termasuk peningkatan ekspor bahan makanan nusantara serta kebutuhan jamaah. 

Selain itu, Kemenag akan menerapkan skema murur (mabit di Muzdalifah) dan tanazul yang lebih sistematis agar pelayanan lebih efisien. Sebagai bentuk transparansi, Kemenag membuat terobosan dengan menampilkan daftar nama jamaah haji, baik reguler maupun khusus.

8 Digitalisasi Tata Kelola

BACA JUGA:Ini 3 Maskapai Pilihan Kemenag yang Layani Jamaah Haji 2025

Digitalisasi Tata Kelola menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi layanan keagamaan. “Kami ingin, digitalisasi di semua layanan. Beragam informasi disajikan dalam satu layanan data,” ungkap Menag. 

Integrasi sistem informasi diharapkan dapat meningkatkan transparansi serta efisiensi layanan bagi masyarakat.

Kategori :