
"Musik Inggris seperti katarsis bagi mereka untuk lepas dari kenyataan suram di Indonesia," kata etnomusikolog Aris Setyawan.
Dengan semakin banyaknya protes terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto, pesta itu menawarkan ruang bagi anak muda. Mereka dapat melepaskan stres dan menikmati kebebasan.
BACA JUGA:Hari Musik Nasional 2025 Digelar 8-9 Maret 2025, Usung Tema Indonesia Mendoa
Untuk Abraham dan Bimo, itu bukan sekadar pekerjaan, tetapi gaya hidup. "Saya rasa ini bukan pekerjaan, ini pesta, kawan," ujar Abraham, kemudian tertawa.
"Kami bersenang-senang dengan musik ini. Kami menikmati mode ini. Kami melepas stres bersama," tambahnya.
Saat lampu mulai menyala, para pengunjung masih terus bernyanyi. Larut dalam nostalgia Britpop yang melintas batas negara. Melintas generasi. (*)