Amalan Sunah yang Dianjurkan saat Idulfitri untuk Memperoleh Kebahagiaan

Sabtu 29-03-2025,08:30 WIB
Reporter : Pingki Maharani*
Editor : Heti Palestina Yunani

BACA JUGA: Penentuan Idul Fitri Menurut Pemerintah, NU dan Muhammadiyah

Mandi Sunnah Sebelum Shalat Id

Disunahkan bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan, termasuk wanita yang sedang haid atau nifas, untuk mandi pada Hari Raya Idulfitri. Kesunahan ini juga berlaku bagi mereka yang tidak melaksanakan salat Id, seperti orang yang sedang sakit.

Waktu pelaksanaan mandi dimulai sejak tengah malam hingga tenggelamnya matahari pada 1 Syawal. Namun, yang lebih utama adalah melakukannya setelah terbit fajar. (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib, juz 1, hal. 252).

Berikut niat mandi sunah Idulfitri: نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى. Nawaitu ghusla ‘îdil-fiṭri sunnatan lillâhi ta‘âlâ. Artinya: “Aku niat mandi Idulfitri, sunnah karena Allah Ta’ala.”

BACA JUGA: 7 Cara Cegah Obesitas setelah Lebaran 2025

Berjalan Kaki Menuju Tempat Salat


Termasuk sunnah Nabi adalah keluar menuju tempat shalat Id dengan berjalan. --Pinterest

Disunahkan untuk berjalan kaki menuju tempat pelaksanaan salat Idul Fitri. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh Sayyidina Ali:

مِنْ السُّنَّةِ أَنْ يَخْرُجَ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا. Minas-sunnati an yakhruja ilal-‘îdi mâsyiyan. Artinya: “Termasuk sunah Nabi adalah keluar menuju tempat salat Id dengan berjalan.” (HR. At-Tirmidzi, dan beliau menyatakannya sebagai hadis hasan).

BACA JUGA: Tip Makeup Tahan Seharian saat Lebaran 2025

Namun, bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, seperti orang tua atau orang yang sakit, diperbolehkan menggunakan kendaraan. Begitu pula dalam perjalanan pulang setelah salat Id, tidak diwajibkan untuk berjalan kaki. (Syekh Zakariyya al-Anshari, Asna al-Mathalib, juz 1, hal. 282).

Mengunjungi Tempat Keramaian

Pada suatu Hari Raya Idulfitri, Rasulullah Saw pernah menemani Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha mendatangi pertunjukan atraksi tombak dan tameng.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Bukhari, dan Muslim, dikisahkan bahwa Sayyidah Aisyah bahkan menjengukkan kepalanya di atas bahu Rasulullah Saw agar dapat menyaksikan permainan tersebut dengan puas.

BACA JUGA: Sejarah, Tradisi, dan Makna Lebaran di Indonesia

Kategori :