Sosok Tersangka Pembunuh Sekeluarga di Nganjuk: Hati-Hati Love Bombing

Sabtu 29-11-2025,22:40 WIB
Oleh: Djono W. Oesman

Meilysa: ”Tengah malam itu saya tidur. Kaget, karena dengar teriakan perempuan minta tolong. Kamar kos ini tidak kedap suara. Jadi, jelas sekali terdengarnya.”

Meilysa keluar kamar, mencari tahu. ”Saya langsung lihat pelaku keluar dari kamar sebelah. Ia membawa pisau berlumuran darah. Ia melihat saya dan membentak saya agar masuk kamar. Saya langsung masuk, menutup pintu,” tuturnyi. 

Dilanjut: ”Pelaku bukan orang asing di sini. Namanya Danang. Pacarnya Elsa. Setiap hari ia (Danang) ke sini, kadang nginep juga.”

Setelah Meilysa masuk kamar dan pelaku pergi, warga ramai berdatangan. Sebab, kamar kos korban terbakar (dibakar pelaku). Warga memeriksa dalam kamar, tampak ada tiga korban perempuan. Warga menolong para korban dari api, lalu lapor polisi.

Polisi belum mengungkap secara jelas perincian kronologi kejadian serta motif dan latar belakang perkara. Pernyataan AKP Sukaca itu baru pemeriksaan awal terhadap pelaku yang kini ditahan di Polres Nganjuk. Juga, para anggota Polres Nganjuk sedang berduka atas kejadian tersebut.

Saksi yang keberatan disebut namanya, kepada wartawan, menceritakan bahwa Danang bukan orang asing bagi keluarga korban. Danang berpacaran dengan anak bungsu Irwandi, Elsa. Danang warga Dusun Paldaplag, Desa Jogomerto, Kecamatan Tanjunganom, Nganjuk.

Saksi sering melihat Danang mendatangi rumah pacarnya (TKP pembunuhan). Baik sekadar mengobrol maupun keluar bersama Elsa. 

Saksi: ”Saya dengar, hubungan mereka (Danang-Elsa) tidak direstui pihak keluarga ceweknya. Jadi, mungkin karena itu ia sakit hati, terus membunuh.”

Ada dua versi motif. Versi polisi, berdasar hasil pemeriksaan tersangka dan versi saksi. Keduanya berbeda. Namun, sama-sama soal cinta asmara.

Versi cemburu maupun versi hubungan asmara tidak direstui keluarga, sama-sama menunjukkan bahwa pelaku kejam. Kekejaman akibat cinta asmara. Tidak semua pria membunuh pacar jika cintanya dikhianati atau tidak direstui keluarga pacar. Bahkan, cuma sedikit yang kemudian membunuh pacar.

Pelaku model begitu punya ciri-ciri khusus. Dari sudut pandang kriminologi dan psikologi. 

Psikolog kriminal Australia, Tim Watson-Munro, menulis soal itu di New York Post, 5 November 2023, berjudul Criminal psychologist reveals common traits of men who kill their partners.

Artikel Munro berlatar kasus pembunuhan cewek Australia, Lilie James, 21. Lilie James kelahiran Mei 2002, meninggal 25 Oktober 2023. Dia siswi dan pelatih polo air dari Sans Souci, New South Wales, Australia. 

Dia dibunuh pacarnyi, Paul Thijssen, di kamar mandi sekolah Katedral St. Andrew di pusat kota Sydney, Australia, 25 Oktober 2023. Berangkat dari kasus itulah, Munro menulis tentang ciri-ciri pria pembunuh pasangan wanitanya.

Ketika Lilie dibunuh, kebetulan banyak perempuan yang dibunuh lelaki pasangan mereka di Australia. Pada saat itu dalam sepuluh hari sebelum tercatat, ada enam pembunuhan terhadap perempuan oleh pasangan asmara mereka. Atau, lebih dari dua hari sekali ada pembunuhan perempuan.

Munro: ”Sebagai psikolog kriminal, saya telah memeriksa banyak pelaku pria yang telah membunuh pasangan wanita mereka. Jelas bahwa pelaku punya sejumlah ciri kepribadian khusus.”

Kategori :