9 Pekerjaan Penuh Tekanan pada 2026 Berdasarkan Studi Terbaru

Sabtu 03-01-2026,09:05 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Keempat, tingkat tanggung jawab yang menilai besarnya konsekuensi jika terjadi kesalahan dalam pekerjaan.

Kelima, keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi. Yakni seberapa jauh pekerjaan menggerus waktu personal.

BACA JUGA:10 Pekerjaan yang Terancam Hilang Karena Teknologi AI, Wajib Tahu!

BACA JUGA:7 Jenis Pekerjaan Freelance yang Bisa Dilakukan dari Rumah

Dua faktor terakhir adalah ketidakpastian. Seperti perubahan mendadak, situasi darurat, atau jadwal yang tidak menentu, serta paparan risiko, yang mencakup bahaya fisik atau keterlibatan berulang dalam situasi krisis.

“Stres tidak selalu tampak dramatis,” ujar Dr. Anna Elitzur, pakar kesehatan mental di Welltory. “Sering kali stres muncul dari tuntutan yang terus berulang tanpa cukup waktu untuk pulih,” tambahnya.

Sembilan Pekerjaan dengan Tekanan Tertinggi

Berdasarkan penghitungan skor gabungan dari tujuh faktor tersebut, Welltory menyusun daftar sembilan pekerjaan dengan tingkat tekanan tertinggi. Yang diperkirakan akan dihadapi pada 2026.

Posisi teratas ditempati sektor leisure dan hospitality dengan skor tekanan 66. Jam kerja panjang, tuntutan layanan pelanggan, serta kekurangan tenaga kerja. Itu menjadi faktor utama tingginya tekanan di sektor tersebut.

BACA JUGA:Optimisme Menata Jalan Menuju Penyediaan Pekerjaan Layak di Jatim

BACA JUGA:5 Pekerjaan Untuk Lulusan Sastra Indonesia, Salah Satunya Bisa Jadi Filolog

Di urutan kedua terdapat tenaga kesehatan dengan skor 65. Beban kerja tinggi, tanggung jawab besar terhadap keselamatan pasien, serta tekanan emosional. Semua itu membuat profesi tersebut terus berada di bawah sorotan.

Posisi ketiga ditempati petugas tanggap darurat dengan skor 64, diikuti pengatur lalu lintas udara dengan skor 63. Kedua profesi itu menuntut konsentrasi tinggi, keputusan cepat, dan toleransi rendah terhadap kesalahan.

Selanjutnya, eksekutif perusahaan dan manajer senior berada di peringkat kelima dengan skor 62. Tanggung jawab strategis, tekanan kinerja, serta tuntutan hasil membuat stres pada level kepemimpinan tak kalah berat.

Di posisi keenam terdapat guru dengan skor 61. Tekanan administratif, tuntutan kurikulum, serta tanggung jawab emosional terhadap siswa menjadi faktor penentu.

BACA JUGA:CEO Invidia Jensen Huang Sebut Pekerjaan Tukang Listrik dan Tukang Kayu Jadi Tulang Punggung Era AI

BACA JUGA:Badai PHK di Jatim, 8.000 Pekerja Kehilangan Pekerjaan Tahun Ini

Kategori :