9 Pekerjaan Penuh Tekanan pada 2026 Berdasarkan Studi Terbaru

Sabtu 03-01-2026,09:05 WIB
Reporter : Guruh Dimas Nugraha
Editor : Guruh Dimas Nugraha

Jurnalis berada di urutan ketujuh dengan skor 60, mencerminkan tekanan tenggat waktu, dinamika informasi, serta risiko psikologis di lapangan.


Pekerjaan guru diprediksi akan mengalami banyak tekanan pada 2026.--freepik.com

Yang cukup mengejutkan, pekerja sosial menempati posisi kedelapan dengan skor 59. Profesi itu kerap menghadapi tekanan emosional tinggi. 

Sebab, pekerja sosial berhadapan langsung dengan masalah sosial yang kompleks. Sedangkan posisi kesembilan ditempati personel militer dengan skor 58.

Kesembilan profesi tersebut memiliki benang merah yang sama: tanggung jawab besar, beban emosional tinggi, jam kerja panjang, serta waktu pemulihan yang terbatas.

BACA JUGA:Mengenal Tanda-Tanda Pekerjaan Palsu dari Luar Negeri dan Cara Menghindarinya

BACA JUGA:Side Hustle, Ubah Hobi Jadi Pekerjaan Sampingan

“Pekerjaan bertekanan tinggi bukan semata soal risiko fisik. Tetapi tentang tanggung jawab yang tidak pernah benar-benar bisa dimatikan,” jelas Dr. Elitzur. 

Makna di Balik Temuan Studi

Hasil studi itu menunjukkan bahwa tekanan kerja kini semakin meluas. Bahkan ke profesi yang sebelumnya tidak selalu dikategorikan berisiko tinggi. Ketahanan emosional dan mental kini menjadi sama pentingnya dengan keterampilan teknis.

Menurut Welltory, masa depan dunia kerja tidak bisa hanya berfokus pada produktivitas semata. Perusahaan dan pembuat kebijakan perlu mulai memikirkan sistem kerja yang memberi ruang pemulihan bagi karyawan.

“Jika kita ingin tenaga kerja yang berkelanjutan, masa depan pekerjaan harus memasukkan aspek pemulihan. Tidak sekadar mengejar target dan hasil,” tutup Dr. Elitzur.

BACA JUGA:Alasan Video Tutorial Jadi Pilihan Utama untuk Pekerjaan Rumah Sehari-hari

BACA JUGA:5 Minute Rule, Strategi Mengatasi Penundaan Pekerjaan

Dengan tekanan kerja yang diperkirakan terus meningkat menuju 2026, studi itu menjadi peringatan bahwa menjaga kesehatan mental dan fisik pekerja bukan sebagai sebuah pilihan. Melainkan kebutuhan. (*)

Kategori :