BACA JUGA:5 Pekerjaan Untuk Lulusan Sastra Indonesia, Salah Satunya Bisa Jadi Filolog
"Penelitian saya berupaya membuka ruang bagi reproduksi narasi klasik yang dapat dilakukan secara kreatif dan kritis. Tentu dengan mempertimbangkan relevansi sosial, kritik kultural, serta simbolisasi yang kontekstual. Tapi tanpa kehilangan estetika naratif," pungkasnya.
Disertasi itu pun mengantarnya menambah satu gelar di depan namanya: Dr. Puji Karyanto, SS., M.Hum. (*)