Nilai Tukar Rupiah Nyaris Sentuh Rp17 Ribu Per Dolar AS, Ini Dampaknya

Selasa 20-01-2026,20:02 WIB
Reporter : Fiella Widya Rahma Aprillia
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Nilai tukar Rupiah mengalami tekanan berat hingga awal tahun ini. Dilansir dari laman Bank Indonesia, hingga Selasa, 20 Januari 2026 nilai tukar Rupiah menyentuh angka Rp16.981,00 per Dolar AS. Jatuh dari angka Rp16.725,00 pada awal tahun ini.

Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Rupiah bergantung pada fundamental ekonomi, maka ia optimis bahwa sebentar lagi akan kembali menguat.

“Kita akan jaga fondasi ekonomi supaya semakin membaik ke depan, pertumbuhan ekonomi akan semakin cepat,” tutur Menteri Keuangan RI Purbaya pada Senin, 19 Januari 2026.

Menurutnya penilaiannya, peningkatan kepercayaan investor tercermin dari tren kenaikan pasar modal dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:Ini Penyebab Rupiah Melemah ke Rp16.800 per Dolar AS

BACA JUGA:Redenominasi Rupiah Ditarget Rampung 2027, Rp1.000 Jadi Rp1, Apa Untungnya?

Masuknya kembali investor asing menjadi sinyal bahwa ekonomi nasional masih dipandang prospektif. Oleh karena itu, ia merasa fundamental ekonomi Indonesia kini masih berada dalam kondisi yang relatif kuat. 

“Pertama, kita pastikan ekuitas sistem finansial cukup. Bank Indonesia dan keuangan sudah setuju untuk menjaga itu bersama. Kedua, saya pastikan program belanja pemerintah di awal tahun ini lebih cepat,” jelas Purbaya.

“Kita akan perbaiki semuanya, supply, demand, iklim investasi, kebijakan moneter, kebijakan fiskal, semuanya kita jalankan,” tambahnya.

BACA JUGA:Rupiah Terancam Tembus Rp17.000 pada Oktober 2025, Ekonom: Ini Titik Kritis


Pengumuman kinerja APBN 2025 yang mencatatkan rapor merah juga turut memiliki peranan tersendiri dalam pelemahan nilai tukar Rupiah.-Istimewa-

Lalu mengapa melemahnya nilai rupiah ini begitu mengkhawatirkan dan apa dampak negatifnya bagi pengguna Rupiah?

Inflasi Barang Impor


KKP menggagalkan masuknya 100 ton ikan salem impor ilegal di Jakarta setelah ditemukan tanpa persetujuan impor dan rekomendasi resmi.-disway.id-

Ketika Rupiah melemah, harga barang-barang yang didatangkan dari luar negeri atau menggunakan bahan baku impor akan naik. Hal ini akan berkaitan dengan penurunan daya beli dari masyarakat.

Perjalanan ke Luar Negeri Lebih Mahal


Aktivitas penerbangan di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Pemerintah mengingatkan potensi lonjakan penumpang jelang tahun baru -Kemenhub-

Salah satu hal yang juga akan terdampak karena nilai Rupiah yang terus menurun ini adalah kehidupan di luar negeri. Orang tua yang mengirim anaknya sekolah ke luar negeri atau berencana untuk liburan ke luar negeri harus merogoh kocek yang lebih dalam.

Tekanan pada Pelaku Usaha dan UMKM


Aktivitas masyarakat di warung sembako. Laporan Bank Mandiri menyebut pertumbuhan belanja di pekan terakhir 2025 tetap terjaga, didorong oleh program stimulus pemerintah-Tirtha Nirwana Sidik/Harian Disway -

Beberapa industri di Indonesia masih bergantung pada bahan baku luar negeri, hal ini membuatnya harus membayar bahan baku dengan lebih mahal. (*)

*)Peserta Magang dari Universitas Negeri Surabaya

Kategori :