Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Aktivitas Nelayan Pasuruan, Harga Ikan Melonjak Tajam

Minggu 25-01-2026,09:32 WIB
Reporter : Lailiyah Rahmawati
Editor : Mohamad Nur Khotib

PASURUAN, HARIAN DISWAY - Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda perairan pesisir Kota Pasuruan selama dua pekan terakhir memaksa nelayan menghentikan aktivitas melaut.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada menurunnya pendapatan nelayan serta kelangkaan ikan laut di pasar tradisional.

Pantauan di Pelabuhan Kota Pasuruan pada Minggu, 25 Januari 2026, puluhan perahu nelayan tampak bersandar tanpa aktivitas.

BACA JUGA:Sabu Disembunyikan dalam Bohlam LED, Dua Kurir Diciduk di Grati Pasuruan

BACA JUGA:Mulai Februari, Toko Modern di Kota Pasuruan Stop Kantong Plastik untuk Tekan Sampah

Sebagian kapal dibiarkan kosong, sementara beberapa anak buah kapal terlihat memanfaatkan waktu untuk memperbaiki perahu dan jaring.

Salah satu juragan kapal, Lutfiah, mengatakan seluruh armada miliknya diliburkan demi keselamatan. Gelombang laut yang mencapai lebih dari tiga meter disertai angin barat kencang dinilai terlalu berisiko bagi nelayan kecil.

“Diliburkan sudah hampir 1 bulan ini. Kami tidak mau risiko khawatir ada apa-apa di tengah laut,” ujarnya.

Fenomena angin barat menjadi ancaman utama bagi nelayan karena kerap datang tiba-tiba dan memicu gelombang besar.

BACA JUGA:Banjir Terparah Pasuruan! Winongan–Grati Terendam, Ribuan KK Terdampak dan Jalur Pantura Lumpuh

BACA JUGA:Keluhan Menu MBG Basi Mulai Muncul di Kota Pasuruan

Meski sebagian nelayan meyakini kondisi tersebut justru menandakan musim ikan, mayoritas memilih mengutamakan keselamatan jiwa.

“Kalau istilahnya orang dulu, kalau angin kencang itu malah musimnya ikan. Tapi risikonya juga besar, perahu bisa terbalik. Sebagian besar dari kami tidak berani ambil risiko itu meskipun sebagian masih ada yang tetap berangkat,” imbuh Lutfiah.

Lumpuhnya aktivitas melaut mulai berdampak pada pasokan ikan segar lokal. Kelangkaan hasil tangkapan menyebabkan harga ikan di pasaran melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir.

Ikan tongkol kecil yang biasanya dijual Rp12.000–Rp15.000 per kilogram kini melonjak menjadi Rp30.000–Rp35.000 per ekor.

Kategori :