Gerakan Peduli Lingkungan, Dindik Jatim Wajibkan Sekolah Zero Sampah Plastik

Minggu 25-01-2026,15:15 WIB
Reporter : Edi Susilo
Editor : Taufiqur Rahman

SURABAYA, HARIAN DISWAY – Sekolah di Jawa Timur kini punya misi baru: bukan hanya mencetak prestasi akademik, tapi juga harus "diet" plastik.

Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur secara resmi menginisiasi gerakan Zero Sampah Plastik di seluruh lingkungan sekolah di bawah naungannya. Itu tertuang dalam surat edaran (SE) Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim nomor 000.5/443/101.1/2026. 

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, SE ini bertujuan untuk membantu memutus rantai timbunan sampah nasional yang kini mencapai angka mengkhawatirkan, yakni 55.474 ton per hari.

"Kami ingin inisiasi ini menjadi langkah nyata meminimalisir sampah plastik. Kita tahu sampah sekali pakai susah terurai bumi. Ini adalah warisan untuk anak cucu kita agar mereka menikmati bumi yang sehat," ujar Kadindik Jatim, Aries Agung Paewai, di Surabaya, Minggu 25 Januari 2026.

BACA JUGA:Fenomena Child Grooming Jadi Perhatian, Dindik Jatim Batasi Penggunaan Gadget di Sekolah

BACA JUGA:Dindik Jatim Perkuat Literasi Digital Sekolah, Cegah Anak Terpapar Ideologi Kekerasan Ekstrem

Aries menjabarkan, dalam SE tersebut telah dijabarkan lima langkah mengurangi sampah plastik di sekolah. Pertama, wajib menggunakan alat makan-minum yang bisa dipakai berulang kali. Hindari bungkus plastik sekali pakai.


Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari, Kenali bahaya sampah plastik terhadap lingkungan dan cara mengatasinya. - Pexels - Catherine Sheila

Kedua, menganjurkan siswa dan guru membawa botol minum isi ulang serta sedotan pribadi (stainless/bambu). Ketiga, mengganti kantong plastik dengan tas belanja berbahan kain saat bertransaksi di lingkungan sekolah.

Keempat, setiap sekolah diminta untuk membentuk kantin ramah lingkungan. Di mana, pengelola kantin dilarang keras menggunakan styrofoam atau plastik untuk membungkus makanan.

Dan terakhir, guru diminta menjadi role model dalam gerakan ini. ”Kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan utama, bukan sekadar memberi instruksi tapi juga mempraktekkan gaya hidup minim sampah,” terangnya. 

BACA JUGA:Inovasi Popok dan Pembalut Reusable dari Bumbi, Kurangi Pencemaran Sampah Plastik

BACA JUGA:Cara Membuat Edible Plastic dari Tapioka ala Mahasiswa UK Petra, Bisa Kurangi Sampah Plastik

Aries mengingatkan bahwa penggunaan plastik yang tak terkendali adalah bom waktu. Mulai dari pencemaran tanah, air, hingga penyumbat saluran air yang menjadi biang kerok banjir. Belum lagi zat beracun yang bisa mengontaminasi tubuh manusia.

"Saya minta sekolah, siswa, hingga pemilik kantin untuk tegas. Jangan gunakan bahan sekali pakai, baik plastik maupun bahan lain yang memicu penumpukan sampah," imbuh Aries.

Kategori :