Setiap deru mesin Snecma yang membelah awan adalah pesan tegas bagi dunia internasional bahwa langit pertiwi kini dijaga sayap-sayap baja tercanggih. Sang Macan telah kembali, berdiri tegak di gerbang cakrawala, siap memastikan bahwa setiap jengkal ruang udara Indonesia tetap abadi menjadi milik kita, hari ini dan selamanya.
Kedaulatan itu mutlak, dan dengan teknologi generasi 4,5 plus di tangan, kita memiliki taring yang cukup tajam untuk menggigit siapa pun yang berani mengusik ketenangan Nusantara. (*)
*) Akhmad Sen Sagupta, komandan Lanudal Manado, perwira penerbang TNI-AL pertama yang menerbangkan pesawat tempur Rafale.
*) Reza Hasyim Zakarian Syah, mahasiswa Pascasarjana Hubungan Internasional, Universitas Airlangga.