Akhiri Kontroversi VAR, KOVO Perkenalkan Wasit AI di V-League

Selasa 03-02-2026,18:17 WIB
Reporter : Bagus Aji
Editor : Salman Muhiddin

HARIAN DISWAY - Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) bersiap membuka era baru perwasitan dengan menguji wasit berbasis Kecerdasan Buatan (AI), yang mampu menganalisis pertandingan secara real-time dan memvisualisasikan keputusan dalam grafis 3D ultra-realistis, sebuah terobosan yang digadang-gadang akan mengakhiri kontroversi VAR di V-League.

Federasi Bola Voli Korea (KOVO) akan menguji teknologi wasit berbasis Kecerdasan Buatan (AI) untuk pertama kalinya, pada babak final musim ini.

Teknologi tersebut memanfaatkan AI yang telah dilatih menggunakan rekaman pemain untuk secara otomatis menilai keputusan selama pertandingan, lalu memvisualisasikan hasil analisis dalam bentuk grafik 3D yang jelas .

Sistem ini diharapkan mampu mengurangi risiko keputusan kontroversi yang selama ini sering muncul pada penggunaan wasit video (VAR) .

KOVO juga berencana menerapkan teknologi wasit AI ini di seluruh stadion untuk kompetisi V-League musim 2028–2029 , setelah melalui masa uji coba selama tiga tahun.

Menurut dokumen berjudul “Pengembangan Teknologi Wasit AI” milik Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO), proyek ini didanai melalui anggaran subsidi dari Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan pada tahun lalu. Saat ini, pengembangan teknologi tersebut bekerja sama dengan perusahaan Sports2i .

Sports2i merupakan perusahaan sport science berbasis teknologi Kecerdasan Buatan (AI) yang sebelumnya sukses mengembangkan Automatic Ball-Strike System (ABS) untuk permainan Baseball Korea Selatan (KBO).

BACA JUGA:AVC Putri 2026: Saat Megatron Kembali Menghantui Korea Selatan

BACA JUGA:Megawati Hangestri Gagal Bawa Bank Jatim ke Final Livoli 2025, TNI-AU Electric Tantang Gresik Petrokimia

Sebagai catatan, Federasi Bola Voli Korea Selatan (KOVO) telah lebih dulu memperkenalkan wasit video (VAR) di kompetisi bola voli profesional pada musim 2007–2008.

Secara teknis, jika pelatih atau pemain mengajukan persetujuan atas keputusan wasit, sebuah tim yang terdiri dari tiga orang (wasit utama, pengawas wasit, dan asisten wasit) akan meninjau rekaman video dari delapan kamera yang ditempatkan di sekitar lapangan, sebelum wasit mengambil keputusan akhir.

Namun sistem tersebut masih memiliki kelemahan, terutama akibat titik buta kamera , yang dapat menimbulkan perbedaan interpretasi tergantung sudut pandang maupun penilaian wasit. Kondisi inilah yang kerap memicu kontroversi di lapangan. 


Heungkuk Pink Spiders bungkam Ai Peppers dengan skor telak 3-1, pada 1 Februari 2026--Twitter JeffryKim_20 @jeffrykim20

Salah satu contoh terbaru pertandingan yang terjadi pada V-League putri antara IBK Industrial Bank of Korea dan Hyundai Engineering & Construction pada 11 Januari 2026.

Operator liga kemudian mengadakan rapat besar bersama komite peninjauan banding, mereka melakukan penyelidikan selama dua hari, dan menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan interpretasi . Otoritas V-League pun mengeluarkan permintaan maaf resmi.

Kategori :