BACA JUGA:Bakso Malang Anomalies: Game Horor Indonesia di Roblox yang Viral di Dunia Internasional
BACA JUGA:7 Game Horor Roblox Terbaik 2025 Buat Gamers Indonesia, Enggak Cuma Andalkan Jumpscare
Langkah Mesir tersebut sejalan dengan kebijakan negara lain seperti Qatar, Irak, dan Turki yang sebelumnya melarang Roblox dengan alasan serupa. Di Amerika Serikat, negara bagian Texas dan Louisiana mengajukan gugatan terhadap Roblox terkait isu keamanan anak.
Menanggapi pemblokiran di Mesir, Roblox menyatakan telah menghubungi otoritas setempat. Mereka menawarkan dialog untuk menyelesaikan masalah itu. Agar akses Roblox segera pulih. Roblox menegaskan bahwa keselamatan pengguna merupakan prioritas utama.
Perusahaan juga menyampaikan bahwa seluruh konten dimoderasi melalui kombinasi peninjauan manusia dan alat kecerdasan buatan. Sehingga, konten yang eksploitatif bisa langsung dihapus.
Tekanan terhadap Roblox juga datang dari Eropa. Pada 30 Januari 2026, Otoritas Konsumen dan Pasar Belanda (ACM) meluncurkan penyelidikan terhadap Roblox. Mereka ingin mengukur apakah platform tersebut telah melakukan perlindungan memadai bagi anak di bawah umur. ACM menyatakan, penyelidikan akan berlangsung sekitar satu tahun. Yang diteliti adalah potensi risiko bagi pengguna di bawah umur di Uni Eropa.
DAVID BASZUCKI, founder dan CEO Roblox ketika tampil pada konferensi di California, Amerika Serikat.-PATRICK T. FALLON-AFP-
ACM merespons berbagai laporan yang muncul. Utamanya tentang paparan anak terhadap game dengan muatan kekerasan atau seksual. Juga dugaan orang dewasa dengan niat buruk yang menarget anak. Plus teknik manipulasi agar anak menjadi konsumtif.
Dalam kerangka Digital Services Act (DSA) Uni Eropa, platform digital diwajibkan menjamin keselamatan dan privasi yang tinggi bagi anak. Jika ada pelanggaran, ACM dapat menjatuhkan instruksi mengikat, denda, atau sanksi.
Roblox komitmennya untuk mematuhi ketentuan DSA. Roblox mengaku sudah berinvestasi dalam sistem yang sejalan dengan prinsip perlindungan anak, termasuk penerapan pemeriksaan usia bagi pengguna yang ingin menggunakan fitur obrolan.
Di Australia, posisi Roblox berada dalam konteks regulasi yang belum sepenuhnya seragam. Roblox termasuk platform yang dikecualikan dari larangan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun yang mulai berlaku 10 Desember 2025. Larangan tersebut berlaku untuk platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok. Pengecualian itu menempatkan Roblox pada posisi khusus sebagai platform game dengan fitur interaksi sosial yang intens. Namun belum diklasifikasikan sebagai media sosial arus utama.
Peringatan pemerintah Australia menunjukkan kecenderungan perubahan pendekatan kebijakan. Tekanan regulatif terhadap Roblox tidak lagi bersifat sporadis, melainkan membentuk pola global: pemblokiran di Mesir, penyelidikan di Belanda, gugatan di Amerika Serikat, serta peringatan resmi di Australia. Seluruh langkah tersebut berangkat dari isu yang sama, yakni perlindungan anak di ruang digital. (*)