ISLAMABAD, HARIAN DISWAY-Amerika Serikat dilaporkan telah mengirim proposal damai kepada Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah, memicu harapan baru bagi penyelesaian diplomatik setelah hampir satu bulan perang berlangsung.
Dikutip AFP, Rabu, 25 Maret 2026, sejumlah pejabat di Pakistan menyatakan bahwa proposal berisi 15 poin tersebut telah disampaikan kepada Teheran melalui jalur diplomatik tidak langsung.
Pakistan disebut berperan sebagai mediator karena memiliki hubungan dengan kedua pihak, baik Iran maupun Amerika Serikat.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga mengklaim adanya kemajuan dalam komunikasi dengan Iran, meskipun Teheran secara resmi membantah bahwa negosiasi sedang berlangsung.
Televisi pemerintah Iran mengatakan Teheran menolak rencana perdamaian AS. Media Iran itu mengatakan bahwa Trump adalah seorang pembohong.
BACA JUGA:Adu Narasi Donald Trump dan Iran tentang Akhir Perang: Klaim Segera Berakhir untuk Tenangkan Pasar
Konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026 melalui serangan udara gabungan AS dan Israel ke Iran telah berkembang menjadi perang kawasan yang melibatkan sejumlah negara Timur Tengah.
Situasi itu berdampak luas terhadap stabilitas global. Terutama pada sektor energi dan ekonomi.
Sumber diplomatik di kawasan menyebut proses komunikasi masih berlangsung di balik layar. “Ada harapan, tetapi terlalu dini untuk optimistis,” ujar sumber tersebut.
Proposal yang ditawarkan disebut mencakup kemungkinan gencatan senjata sementara, pembahasan program nuklir Iran, serta pembukaan kembali jalur energi strategis seperti Selat Hormuz.
BACA JUGA:Mengenal Mohammad Bagher Ghalibaf, Petinggi Militer Iran yang Difavoritkan AS
BACA JUGA:Iran Tantang Balik Gertakan Trump: Siap Ratakan Infrastruktur AS di Timur Tengah
Selain itu, Iran berpotensi mendapatkan pelonggaran sanksi ekonomi sebagai bagian dari kesepakatan, sementara pembatasan terhadap pengayaan uranium menjadi salah satu poin utama yang dibahas.
Presiden AS Donald Trump menjawab pertanyaan selama upacara pelantikan Menteri Keamanan Dalam Negeri AS yang baru, Markwayne Mullin, di Ruang Oval Gedung Putih, Washington DC, pada 24 Maret 2026.-CHIP SOMODEVILLA-AFP