10 Fakta Sebulan Perang AS–Israel vs Iran yang Mengguncang Timur Tengah dan Dunia

Minggu 29-03-2026,09:07 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib

HARIAN DISWAY – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah sejak akhir Februari 2026 kini telah memasuki satu bulan. 

Eskalasi yang terjadi bukan hanya bersifat militer, tetapi juga merembet ke ekonomi global, stabilitas kawasan, hingga dinamika geopolitik dunia.

Dalam kurun waktu 30 hari, perang ini menunjukkan pola konflik modern: serangan presisi tinggi, perang drone, hingga keterlibatan aktor nonnegara. 

BACA JUGA:Dua Pabrik Baja Terbesar Iran Dibom Israel, IRGC Peringatkan Serangan Balasan

BACA JUGA:Iran Akhirnya Buka Akses untuk Indonesia, Dua Kapal Pertamina Segera Lintasi Selat Hormuz

Intensitas serangan yang tinggi membuat konflik ini disebut sebagai salah satu yang paling berbahaya dalam dua dekade terakhir.

Berikut 10 fakta penting sebulan perang AS–Israel vs Iran yang menggambarkan skala, dampak, dan arah konflik ke depan:

1. Perang Dimulai dari Serangan Gabungan AS–Israel

Perang dimulai pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke wilayah Iran. Serangan ini menargetkan fasilitas militer strategis, termasuk pangkalan udara, gudang senjata, dan instalasi yang diduga terkait program nuklir.

Operasi tersebut dirancang dengan teknologi tinggi, menggunakan jet tempur generasi terbaru, drone bersenjata, serta rudal presisi jarak jauh. Serangan dilakukan secara serentak untuk melumpuhkan sistem pertahanan Iran dalam waktu singkat.

Washington dan Tel Aviv menyebut operasi ini sebagai langkah pencegahan terhadap ancaman yang lebih besar. Mereka menilai Iran telah meningkatkan kapasitas militernya secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA:Iran Tembak Kapal Induk AS, Perang Timur Tengah Kian Meluas

BACA JUGA:Trump dan Tepuk Tangan yang Diatur

Namun di sisi lain, Iran menganggap serangan ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat ditoleransi. Pemerintah Iran langsung menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah deklarasi perang terbuka.

Serangan awal tersebut menjadi pemicu utama eskalasi konflik yang kemudian meluas dan melibatkan banyak pihak di kawasan Timur Tengah.

2. Iran Membalas dengan Serangan Rudal dan Drone

Tidak lama setelah serangan awal, Iran melancarkan serangan balasan dalam skala besar. Ratusan rudal balistik dan drone dikirim ke berbagai target, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika di Timur Tengah seperti Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, Yordania, Irak, hingga luar kawasan seperti Diego Garcia.

Kategori :