10 Fakta Sebulan Perang AS–Israel vs Iran yang Mengguncang Timur Tengah dan Dunia

Minggu 29-03-2026,09:07 WIB
Reporter : Mohamad Nur Khotib
Editor : Mohamad Nur Khotib


Warga Israel di puing-puing bangunan di Kota Dimona, Israel selatan setelah serangan Iran tak tercegat pada Sabtu malam-John Wessels/AFP-

Serangan itu menunjukkan bahwa meskipun diserang lebih dulu, kemampuan militer Iran masih tetap utuh dan mampu melakukan respons cepat. Sistem peluncuran rudal Iran terbukti masih berfungsi efektif.

BACA JUGA:Menebak-nebak Petinggi Iran yang Diklaim Trump Berdialog dengan AS: Figur Penting dengan Akses Diplomasi

BACA JUGA:Adu Narasi Donald Trump dan Iran tentang Akhir Perang: Klaim Segera Berakhir untuk Tenangkan Pasar

Iran juga menggunakan strategi serangan berlapis, menggabungkan rudal dengan drone untuk membingungkan sistem pertahanan lawan. Pendekatan itu pun meningkatkan peluang penetrasi terhadap sistem pertahanan udara.

Beberapa target strategis dilaporkan mengalami kerusakan, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur penting. 

Balasan tersebut menandai dimulainya perang terbuka yang kemudian terus berkembang menjadi konflik berkepanjangan.

3. Korban Jiwa Tembus Ribuan Orang

Dalam waktu satu bulan, korban jiwa akibat konflik ini telah mencapai ribuan orang. Sekitar 1.200 hingga 3.000 orang.

Korban tidak hanya berasal dari militer, tetapi juga warga sipil yang terdampak langsung oleh serangan.

Wilayah permukiman di beberapa kota menjadi sasaran serangan, baik secara langsung maupun tidak langsung. 

Tentu juga meningkatkan risiko korban sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.

BACA JUGA:Negosiasi Berjalan, Trump Akan Jeda Serangan ke Iran, Netanyahu Bilang Lanjut!

BACA JUGA:Netanyahu Menelepon Trump Pasca Kabar 'Negosiasi' AS-Iran, Minta Kepentingan Israel Diperhatikan

Fasilitas publik seperti rumah sakit, jalan, dan jaringan listrik juga mengalami kerusakan di beberapa wilayah. Kondisi ini memperburuk situasi kemanusiaan di kawasan konflik.

Banyak warga terpaksa mengungsi untuk menghindari serangan lanjutan. Gelombang pengungsi internal meningkat tajam dalam waktu singkat.

Krisis kemanusiaan mulai menjadi perhatian dunia internasional, dengan berbagai organisasi menyerukan gencatan senjata.

4. Ribuan Target Militer Dihancurkan

Kategori :