Abu Dhabi Ganjalan Baru Perdamaian di Timur Tengah

Senin 11-05-2026,05:24 WIB
Reporter : Tofan Mahdi*
Editor : Yusuf Ridho

Pertama, status quo. Gencatan senjata berlangsung pada batas waktu yang tidak ditentukan, tetapi perjanjian damai tidak juga disepakati. 

Serangan militer jarak jauh masih terjadi secara sporadis, pergerakan kapal di Selat Hormuz tetap terbatas, dan harga minyak bertahan di level di atas USD100 per barel. Ekonomi dunia akan makin berat jika skenario pertama itu yang terjadi.

Kedua, perang meletus dan Timur Tengah kembali bergolak. Pihak yang terlibat perang secara langsung melawan Iran bertambah satu, yaitu Uni Emirat Arab. 

Perang bisa berlangsung dua atau tiga bulan dan kehancuran total akan terjadi di Israel, UEA, dan Iran. Pemenang perang akan menjadi pengendali geopolitik di Timur Tengah.

Skenario ketiga, kesepakatan damai tercapai. Poin-poin perdamaian, terutama terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran, disepakati. Ketegangan di Timur Tengah mereda, tetapi potensi Israel kembali menyerang Lebanon dan Palestina masih ada. 

Kesepakatan damai yang tercapai secara diplomatik bisa dibaca sebagai kemenangan Iran dan itu akan mengubah peta geopolitik di Timur Tengah meski tidak signifikan. Perekonomian dunia akan membaik jika skenario ketiga itulah yang terjadi. (*)

*) Tofan Mahdi adalah mahasiswa doktor ilmu manajemen, Universitas Paramadina. Peneliti Senior PPPI (Paramadina Public Policy Institute).

 

Kategori :