Perang Berlanjut, Trump Justru Klaim Pembicaraan AS-Iran Berjalan Cepat

Selasa 02-06-2026,13:24 WIB
Reporter : Taufiqur Rahman
Editor : Taufiqur Rahman

HARIAN DISWAY - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa progress pembicaraan damai dengan Iran "bergerak dengan cepat" pada Senin, 1 Juni 2026.

Hal ini bertentangan dengan laporan dari sejumlah media Iran yang menyebut bahwa Iran telah menangguhkan semua proses komunikasi di jalur diplomatik dengan AS melalui mediator terhitung sejak Senin. 

Penghentian komunikasi diplomatik oleh Iran adalah respons dari berlanjutnya aksi militer rezim Zionis di Lebanon. Sejak awal, penghentian agresi di Lebanon telah menjadi salah satu syarat mutlak dalam klausul gencatan senjata.

Namun, Iran menilai gencatan senjata tersebut kini telah dilanggar oleh pihak musuh di semua lini pertempuran, termasuk di wilayah Lebanon.

Kantor berita Tasnim melaporkan, para pejabat dan negosiator Iran kembali menegaskan tuntutan utama mereka, yaitu penghentian segera seluruh operasi agresif dan brutal yang dilakukan oleh tentara rezim Zionis di Gaza maupun Lebanon.

BACA JUGA:Memanas! Iran Ancam Buka Front Baru dan Tutup Bab El-Mandeb

BACA JUGA:Perang Berlanjut! Iran Tangguhkan Semua Komunikasi Diplomatik dengan AS

Selain itu, Teheran juga menuntut penarikan mundur secara penuh seluruh pasukan rezim tersebut dari wilayah Lebanon yang diduduki. Pihak Iran menyatakan tidak akan ada pembicaraan diplomasi apa pun yang bakal digelar sampai tuntutan dari Iran dan Poros Perlawanan tersebut dipenuhi secara menyeluruh.


Ledakan besar akibat serangan Israel ke sebuah apartemen di Kota Tyre, Lebanon pada Kamis, 28 Mei 2026-Kawnat Haju/AFP-

Teheran juga mengancam akan memperluas perang dengan membuka front-front pertempuran baru sambil tetap mempertahankan blokade Selat Hormuz. 

Israel selaku sekutu Amerika Serikat kembali mengancam akan melakukan serangan ke wilayah pinggiran selatan Beirut. Meski demikian, di hari yang sama, Donald Trump mengklaim dirinya telah berhasil membujuk Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran untuk melakukan de-eskalasi. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Lebanon menyatakan bahwa kelompok militan tersebut telah menerima proposal AS untuk "penghentian serangan secara timbal balik".

"Pembicaraan terus berlanjut, dengan kecepatan yang cepat, dengan Republik Islam Iran," tulis Trump dalam unggahan di Truth Social. 

BACA JUGA:Israel Tetapkan Lebanon Selatan Sebagai Zona Perang, Situs Arkeologi hingga Bangunan Sipil Dibom

BACA JUGA:Lebanon Semakin Mencekam, Serangan Israel Merambah Beirut dan Tyre, 14 Orang Tewas Termasuk Anak-Anak


Dereta jenazah warga Lebanon yang gugur akibat serangan Israel -Kawnat Haju/AFP-

Kategori :