Kevakuman Ideologi
Di antara penyebab belum berhasilnya pemberantasan korupsi di negeri ini adalah gerakan antikorupsi belum memiliki ideologi. Ideologi dalam kaitan ini dapat dipahami seperangkat nilai yang digunakan sebagai arahan, justifikasi, alasan, dan keyakinan, untuk mencapai tujuan bersama. Semua gerakan apa pun namanya pasti memiliki ideologi sebagai alat perjuangan.
Saat ini gerakan pemberantasan korupsi tampaknya benar-benar sedang mengalami kevakuman ideologi. Salah astu indikatornya, banyak orang berteriak antikorupsi ketika belum berada dalam lingkaran kekuasaan.
Namun, tatkala menjadi bagian dari kekuasaan, ternyata ia justru terlibat praktik korupsi. Kesimpulan itu tak berlebihan tatkala kita mengikuti berbagai pemberitaan kasus korupsi di negeri tercinta.
Karena persoalan korupsi sejatinya sama dengan problem ekonomi, politik, dan sosial lainnya, usaha untuk memberantasnya harus terus digelorakan. Semua elemen harus memberikan dukungan kepada para pejuang dan pegiat antikorupsi. Termasuk dukungan kepada lembaga pendidikan untuk melahirkan sebanyak-banyaknya pejuang antikorupsi.
Pada akhirnya, Buya Syafii mengingatkan bahwa korupsi merupakan kejahatan kemanusiaan luar biasa yang belum mampu diberantas di negeri ini, bahkan di dunia sekalipun.
Pada konteks itulah, kaum terpelajar penting menjadi bagian dari gerakan ideologi antikorupsi. Bukan justru menodai diri dengan praktik korupsi. (*)
*) Biyanto adalah guru besar UIN Sunan Ampel dan sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur.