Memperkuat Kemerdekaan Maritim Indonesia

Sabtu 22-08-2026,07:33 WIB
Oleh: M. Badrus Zaman*

Perubahan itu dapat dilihat pada cara kerja, pola pikir, sistem digital yang diaplikasikan, kecepatan mendapatkan hasil berkualitas, dan sebagainya. Maka, kehadirannya harus dijawab dengan kesiapan sumber daya manusia untuk unggul pada berbagai sektor.

BACA JUGA:OBOR Dukung Visi Maritim Indonesia

BACA JUGA:Dari Merdeka Menuju Maslahat: Mengisi Kemerdekaan dalam Paradigma Maqashid Syariah

Orientasi pada hasil dan ”berdampak” merupakan output yang diharapkan di era ini. Cara kerja juga harus berubah. Sebab, jika tidak, tentu akan mengalami ketinggalan dan tidak mampu bersaing dalam menampilkan yang terbaik. 

Revolusi industri 4.0 memang memberikan tantangan menarik sekaligus memberikan peluang untuk menciptakan cara baru, sistem baru, dan budaya baru dalam kehidupan. 

Cara kerja ala 4.0 harus dikelola dengan baik dan mampu menghasilkan output yang diinginkan sesuai perencanaan yang dibuat. Dampak kehadiran revolusi industri 4.0 akan tampak jelas pada sektor industri maritim.

Di Indonesia sektor industri maritim saat ini sedang terus menata diri. Kesiapan industri maritim dalam menata sumber daya manusia dan infrastruktur teknologi informasi tampak di beberapa titik di negeri ini. 

BACA JUGA:Kemerdekaan dalam Cahaya Kelahiran sang Pembebas

BACA JUGA:Kemerdekaan dan Keadilan Fiskal

Bentuk kesiapan itulah yang akan memengaruhi kekuatan persaingan di era global. Bagi yang tidak siap, jelas akan berdampak negatif terhadap keberlangsungan industri tersebut.

Perkuat Industri dan Bisnis Maritim

Potensi industri maritim di Indonesia harus dioptimalkan dan dikelola dengan maksimal. Bicara industri maritim, tentu meliputi sektor pelayaran nasional sebagai tulang punggung distribusi logistik antarpulau. 

Kemudian, galangan kapal sebagai industri pembuatan, reparasi, dan penyediaan komponen kapal. Serta, pengelolaan pelabuhan sebagai aktivitas bongkar muat dan konektivitas jalur laut. 

Yang penting lagi adalah sektor perikanan dan kelautan yang meliputi sektor tangkap dan budi daya hasil laut. Nah, potensi-potensi tersebut perlu dimaksimalkan serta ditata kembali jika belum tertata dengan baik.

Dari sektor galangan kapal saja, saat ini Indonesia memiliki 342 galangan kapal yang mumpuni dan tersebar di 29 provinsi. Galangan kapal itu memiliki kemampuan membangun berbagai jenis kapal hingga kapasitas besar sekalipun dengan dukungan tenaga kerja dan fasilitas produksi yang kuat. 

Jika ditata dan dikelola dengan maksimal, itu akan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi negara kita dan menjadi sumber kuat penopang kekuatan ekonomi dalam negeri.

Kategori :