Lihat India.
Ia anggota BRICS bersama Tiongkok dan Rusia, tetapi hubungan strategisnya dengan AS tetap penting.
UEA dekat dengan Barat, tetapi berada dalam forum yang sama dengan Iran.
Mesir adalah mitra lama Washington, tetapi sekarang juga di BRICS.
Indonesia masuk BRICS tanpa berubah menjadi sekutu militer Tiongkok, Rusia, ataupun Iran.
Itulah wajah baru politik internasional: overlapping alignments.
Mitra pertahanan bisa berbeda dengan mitra perdagangan.
Mitra perdagangan bisa berbeda dengan teman diplomatik.
Negara sekarang tidak selalu membeli seluruh paket.
Mereka memilih per batang.
Mawar tiga.
Krisan lima.
Jempiring dua.
Tidak perlu membeli sekalian kebunnya.
Karena itu, pertanyaan ”Indonesia ikut siapa?” mulai terlalu sederhana.
Pertanyaan yang lebih penting justru: berapa banyak ruang yang mampu dipertahankan Indonesia ketika kekuatan-kekuatan besar mulai meminta kepastian posisi?