Wushu artikel

Sasana Yasanis Raih Piala Menpora di Jatim Open Wushu Championship 2022

Sasana Yasanis Raih Piala Menpora di Jatim Open Wushu Championship 2022

Ketua Pengprov Wushu Jatim Soedomo Mergonoto (kanan) memberikan Piala Menpora untuk Sasana Yasanis.-Cynthia Dara Fitriani/Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Gemuruh menggema di Graha Unesa pada hari terakhir Kejuaraan Nasional Wushu 2022, Kamis, 22 September 2022.  Terlebih, Sasana Yasanis yang berhasil keluar sebagai juara umum kategori Taolu di Jatim Open Wushu Championship 2022. 

Tentu suasana makin meriah saat pelatih Sasana Yasanis naik ke atas podium. Sorak-sorai saling bersahutan. 


Aurelia Putri Ramadhani mendapat medali perak dan emas untuk Sasana Yasanis.-Ahmad Fadhil/Harian Disway-

Suara itu berasal dari atlet Yasanis dan orang tua yang juga turut hadir mengikuti jalannya pertandingan sejak awal. 

Yasanis mendapat 7 emas, 4 perak dan 6 perunggu. Mereka berhasil unggul dari 35 sasana lain dan berhak membawa pulang Piala Menpora. 


Sasana Yasanis berhasil meraih Piala Menpora di Jatim Open Wushu Championship 2022 di Graha Unesa Surabaya, Kamis 22 September 2022.. -Cynthia Dara Fitriani/Harian Disway-

Pelatih yang juga mantan atlet asal Yasanis, Atan tak pernah menyangka bakal menyabet piala Menpora itu. Sebab sejak awal ia tak memberikan target tinggi ke atletnya. “Mereka tampil tanpa tekanan,” ungkap Atan. 

Ia juga mengatakan, kemenangan Sasana Yasanis melalui perjuangan yang tak mudah. Para atletnya terus digembleng dengan latihan yang ekstra. “Satu minggu hampir enam kali latihan,” kata Atan.

Ia pun mengakui kemenangan Sasana Yasanis asal Surabaya ini berkat dukungan semua pihak yang telah bekerja keras dan tetap konsisten menjaga semangat hingga akhir. Termasuk para orang tua yang selalu hadir di Graha Unesa.  

Sayang kegembiraan itu tidak dibarengi dengan prestasi Kontingen Jawa Timur para perebutan Piala Presiden. Piala bergilir yang selama dua tahun berada di Jatim harus beralih ke DKI Jakarta. 

Atan sedih dengan hal itu. Sebab, Jatim gagal mempertahankan gelar itu dengan status tuan rumah.

 

Kendati begitu, ia menganggap moment tersebut sebagai pelecut semangat para atlet.  “Ini evaluasi bagi kita untuk terus giat latihan. Tetap semangat!” serunya. (Mifta Sho)

 

Sumber: