Melestarikan Produk Budaya Madura

Melestarikan Produk Budaya Madura

BERLAGA Semangat seorang joki karapan sapi saat berlaga dalam grand final. Tampak joki yang berposisi berdiri di atas pelana bambu itu, serius memacu sapinya agar terarah saat beradu kecepatan dalam lomba yang kali ini memperebutkan Piala Presiden.-Julian Romadhon-

Grand final Karapan Sapi Piala Presiden 2022 pada Minggu, 16 Oktober 2022 lalu, disambut meriah. Tak hanya menarik antusiasme penonton dari Madura. Melainkan masyarakat dari berbagai kota dan juga sejumlah wisatawan asing dari mancanegara. 

Mereka datang ke Lapangan Kerap R.P Moh Noer SKEP, Kabupaten Bangkalan, untuk menyaksikan 24 pasang sapi yang dipertandingkan. Para peserta tersebut berasal dari empat kabupaten di Madura yang masing-masing mengirimkan enam sapi untuk berlaga.


PRODUK BUDAYA Ajang karapan sapi yang sangat menarik antusiasme penonton dari banyak kalangan. Bahkan bukan hanya warga lokal Pulau Garam, melainkan juga sejumlah wisatawan asing dari mancanegara datang ke Lapangan Stadion Karapan Sapi R.P Moh Noer, Bangk-Julian Romadhon-

Kemeriahan tampak gempita begitu peluit tanda dimulainya pertandingan ditiupkan oleh panitia. Para joki yang berdiri di atas bambu saling memacu sapi mereka untuk menjadi yang tercepat. Mengarahkan sapi menerjang lintasan sepanjang sekitar 200 meter.

Menurut Wakil Bupati Bangkalan Drs Mohni MM, karapan sapi adalah warisan budaya Madura yang perlu dilestarikan. Sebab karapan sapi adalah produk budaya Madura yang luar biasa daya tariknya. 

”Karena itu saya ingin agar ini harus menghindari penggunaan kekerasan. Mari kita cari formulasi kerapan sapi yang memiliki daya tarik tinggi dan penuh keindahan sebagai tontonan yang penuh kearifan budaya,” katanya.


RITUAL Sebelum memulai perlombaan, sapi yang berlaga, ekornya diikat model spiral dan juga dimasuki gelang khusus.-Julian Romadhon-

Sebagai produk budaya Madura, promosi karapan sapi harus terus dilakukan. Mengingat terbukti dari semakin banyaknya wisatawan dalam atau luar yang menyaksikan. 

Mohni juga bangga karena kegiatan ini memicu antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk berbondong-bondong datang ke Bangkalan. ”Maka kami berharap tahun depan karapan sapi bisa digelar lagi di Bangkalan karena Bangkalan satu-satunya yang memiliki tempat standar yang memiliki daya tampung cukup untuk kegiatan ini,” pungkasnya.


PEMACU Menjelang ikut serta dalam karapan, sapi-sapi biasanya disemprot air serta dibalur balsem di bagian tubuhnya termasuk dubur dan ekornya, oleh para pemiliknya.-Julian Romadhon-


READY Sapi yang siap berlaga sedang masuk lalu berjalan mengelilingi lapangan sebelum karapan sapi benar-benar dimulai dengan tanda peluit.-Julian Romadhon-


TERTARIK Antusiasme penonton karapan sapi ini luar biasa. Tampak masyarakat memenuhi lapangan karapan sapi hingga naik di atas tembok dengan ketinggian 4 hingga 5 meter agar leluasa menonton pertandingan.-Julian Romadhon-

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: