Elon Musk Hapus Centang Biru Gratis Twitter per 1 April: Semua Punya Kesempatan Sama

Elon Musk Hapus Centang Biru Gratis Twitter per 1 April: Semua Punya Kesempatan Sama

Penurunan Pendapatan Iklan Twitter Bikin Elon Musk [email protected]

SAN FRANCISCO, HARIAN DISWAY - Bos Tesla Elon Musk memutuskan untuk menghapus total tanda centang biru pada 1 April 2023 jika pengguna belum berlangganan Twitter Blue. Banyak seleb Twitter yang tidak setuju, mengapa?

 

Elon Musk berniat membeli Twitter sejak 14 April 2022. Aplikasi itu resmi menjadi miliknya pada 27 Oktober 2022 dengan harga Rp 685 triliun.

 

 

Belum berhenti, kehadiran Elon sebagai pemilik baru dari Twitter mengubah tradisi centang biru. Awalnya, tanda itu digunakan untuk mengkonfirmasi keaslian identitas pemilik akun yang biasanya seorang figur publik (politisi, selebriti, jurnalis, aktivis, dll.) atau organisasi resmi. 

 


Logo sampul twitter blue-twitter-@twitterblue

 

Sejak November 2022, centang biru itu bisa ‘dibeli’ oleh siapapun yang berlangganan Twitter Blue. Dengan membayarkan Rp 120 ribu per bulan untuk versi web dan Rp 165 ribu per bulan untuk versi aplikasi Android atau IOS.

 

BACA JUGA:Bos Twitter Elon Musk Cemooh Karyawan Difabel

BACA JUGA:Penghematan Twitter di Tangan Elon Musk, Perabot Dilelang Karyawan Bawa Tisu Toilet Sendiri

 

 

 

Memang ada pembeda untuk akun yang sudah bercentang biru sebelum Elon Musk datang. “Ini adalah akun lama yang diverifikasi,” tertulis pada pemilik centang biru sebelum kebijakan baru Elon. Itu memaksa pengguna harus aktif memeriksa centang biru sebuah akun Twitter sebelum mempercayai unggahannya.

 


Unggahan resmi twitter tentang kebijakan barunya-twitter-@verified

 

Pada 24 Maret 2023, Elon Musk melalui akun resmi Twitter Verified membagikan pengumuman yang mengejutkan. Unggahan yang sudah disaksikan 85.3 juta pengguna itu berisi:

 

Pada 1 April, kami akan memberhentikan sepenuhnya program akun lama yang terverifikasi dan menghapus centang biru verifikasi lama. Untuk mempertahankan centang biru di Twitter, pengguna dapat berlangganan Twitter Blue.

 

Kebijakan ini mengundang berbagai kontra dari akun-akun lama yang terverifikasi. Salah satu kekhawatirannya adalah semakin mudah pemalsuan identitas oleh pengguna yang tak bertanggung jawab. Terlebih lagi, mereka dapat dengan mudah menyebar berita bohong atau konspirasi berbahaya.

 

Elon Musk menganggap kebijakan ini tidak seharusnya menjadi masalah bagi publik figur. Ia mengatakan bahwa alasan dibalik kebijakan ini adalah untuk memperlakukan semua orang setara dengan memberi kesempatan yang sama.

 


Salah satu pengguna yang berhasil memalsukan identitas perusahaan-twitter-@walkerbragman

 

Padahal selama ini tidak sedikit akun-akun yang berhasil memalsukan identitasnya sebagai perusahaan besar. Beberapa diantaranya adalah Nintendo, perusahaan video game. Seseorang memalsukan diri sebagai Nintendo dan mengunggah foto karakter permainan Mario dengan pose tak wajar.

 

Ada pula perusahan pengembang permainan yang menjadi korban, Valve. Akun yang memalsukan identitas perusahaan itu mengunggah kabar tentang permainan baru bernama Ricochet: Neon Prime. Tentu permainan itu hanya sekadar kabar palsu.


BACA JUGA:Twitter Gugat Elon Musk yang Dinilai Munafik dalam Berbisnis

 

BACA JUGA:Segini Harga Twitter Blue, Cara Langganan dan Keuntungan yang Didapat

 

Selain itu, ada perusahaan besar milik Elon Musk sendiri, Tesla. Akun bodong versi Tesla itu sempat mengunggah cuitan yang berisi curhatan nasib perusahaan. “Menurut kalian, seberapa lama lagi waktu yang kami miliki sebagai perusahan, jujurlah,” tulisnya sebagai bentuk ejekan terhadap Tesla yang asli.

 

Bagaimana menurut Anda tentang nasib Twitter di masa yang akan mendatang? Apakah figur publik dan perusahaan masih tertarik untuk menggunakannya? Atau akan bermigrasi ke aplikasi lain?(Dara Nabila Salsabyla)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: