Soe Tjen Marching dan Fakta Gerakan 1 Oktober: Cino, Diskriminatif Pertama (4)

Soe Tjen Marching dan Fakta Gerakan 1 Oktober: Cino, Diskriminatif Pertama (4)

Soe Tjen Marching yang menerima diskriminasi pertamanya saat menempati rumah di Jalan Putro Agung, Surabaya. -Soe Tjen Marching-

Di Putro Agung itu, Soe Tjen nyaris tak punya teman. Dia justru hidup terkungkung di dalam rumahnya. Hidup bersama orang tua dan ketiga kakaknya. Dengan merekalah dia banyak berinteraksi. Rasa keingintahuan yang tinggi, telah terbentuk sejak kecil. Rasa itu pula yang mengantarkan Soe Tjen menjadi aktivis pejuang kesetaraan hak.

Peristiwa pilu pertama itu mengendap dalam benaknya, menjadi pemicu awal pikiran-pikirannya kelak. Bahwa ada hal-hal lain yang memaksa seseorang bermusuhan satu sama lain. Ada satu kekuatan besar yang mengkotak-kotakkan masyarakat. 

Diskriminasi itu tak hanya diterima saat tinggal di Putro Agung. Soe Tjen kembali mendapatkan pengalaman tak menyenangkan saat dia bersekolah. (Heti Palestina Y-Guruh Dimas Nugraha)
 
Indeks: Diejek anak tapol, anak komunis pendosa, baca besok...

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: