Tim 3 Terhambat Medan Berat, Tim 4 Lancar Jaya

Tim 3 Terhambat Medan Berat, Tim 4 Lancar Jaya

Tim juri 4 wilayah pantura sudah sampai di Gresik. Terakhir setelah mendatangi Driyorejo, tim akan berangkat ke Bangkalan, Madura, dan menginap di sana.-Moch Sahirol Layeli-

Pribawono mengandalkan program Desa Pancasila sebagai andalan di kategori kerukunan antarumat beragama. Tipe masyarakatnya sama dengan desa binaan Rido’i. Sama-sama di kaki Bromo dengan umat mayoritas Hindu. Sama-sama punya adat khas masyarakat Tengger.

”Untungnya, kendati matik, Honda BR-V masih sangat bisa diandalkan untuk medan seterjal itu. Asal driver-nya paham medan, kondisi seekstrem itu bisa diatasi,” tambah Taufiq.

Taufiq mengatakan, pergerakan timnya tidak akan sesuai dengan jadwal. Kemarin, 17 Mei 2023, timnya hanya bisa mendatangi Serka Heri Lesmono, babinsa Desa Duwuhan Lor, Koramil Sukodono 0821, Kodim Lumajang, setelah semalaman di Senduro. ”Rasanya tidak mungkin bila hari ini kami harus mendatangi tiga babinsa di Kodim Jember. Kamis besok (hari ini, Red) kami baru bisa menyelesaikan penilaian di Jember, lalu menuju Bondowoso,” ujar Taufiq.

Hal yang sama dialami tim 1 dengan wilayah Mataraman. Kemarin sore tim yang dipimpin Guruh Dimas Nugraha dengan fotografer Boy Slamet itu masih menuju Trenggalek. Di kota tersebut, tim akan mendatangi dua babinsa finalis lomba Babinsa Inspiratif  Brawijaya Awards.


Kepala Desa Ledokombo Masaendi (kiri), pemuka agama Islam Jurwoko, babinsa Ledokombo Pelda Ahmad Rido’i, pemuka agama Hindu Adi Santoso, dan sesepuh Pura Amerta Jati Loji Titi Luhur Anto di Desa Ledokombo, Probolinggo.-Syahrul Rozak Yahya-


Azka, tim videografer Harian Disway mengambil gambar Sertu Muhammad Zuhana dari Kodim Pacitan yang memasukkan pisang ke oven untuk pembuatan sale.-Boy Slamet-

Mereka baru saja mendatangi dan melakukan penilaian lapangan di Desa Bomo, Kecamatan Punung, Pacitan. Di desa itu, mereka menilai pengabdian Sertu Muhammad Zuhana yang merintis usaha masyarakat berupa sale pisang. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) itu melibatkan warga sekitar. Terutama ibu-ibu untuk menambah penghasilan keluarga.

Padahal, sesuai jadwal, seharusnya tim itu sudah menuntaskan penjurian di Trenggalek, kemudian menginap di Mojokerto. Di Trenggalek, mereka harus mendatangi Sertu Purwanto di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek, yang mengajar difabel membaca dan Sertu Lasa di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan.

Sementara itu, tim 2 yang baru memulai penjurian lapangan kemarin tidak menemui kendala. Honda BR-V yang dikendarai tim mampu menanjaki jalur menuju Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Batu. Mereka menemui Sertu Tri Djoko Purwanto yang mendampingi 69 anak difabel.


Tim juri 2 di hari pertama penjurian mendatangi Desa Pakisaji, Kecamatan Pakisaji, Batu. Tempat Sertu Tri Djoko Purwanto, babinsa Koramil Pakisaji, Kodim Malang-Batu yang mendampingi 69 difabel.-Elvina Talitha Alawiyah-

Di hari pertama tim 2 itu, mereka juga sudah mendatangi Kodim Blitar untuk menilai Serma Hajib dan Pelda Dharma Indarto Yogo. Sesuai rencana, mereka akan menginap di Kediri, kemudian melanjutkan penjurian lapangan. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: