Inilah Tiga Hal Berat yang Dirasakan America Ferrera saat Bermonolog dalam “Barbie”

Inilah Tiga Hal Berat yang Dirasakan America Ferrera saat Bermonolog dalam “Barbie”

Monolog America Ferrera dalam film ”Barbie” dipuji sangat indah. Sebagai Gloria, manusia dalam film itu, monolog itu dilakoninya bak berpidato. Eh ternyata itu membuat sutradara Greta Gerwig terharu sampai menangis. Pun para kru. -San Diego Union-Tribun-

HARIAN DISWAY - Ternyata tak mudah buat America Ferrera menjadi aktor yang berperan sebagai manusia dalam film Barbie. Apalagi ketika dia harus melakukan monolog.
 
Sebagai aktor yang berperan sebagai Gloria, ibu dari Sasha sekaligus karyawan Mattel yang kemudian bertemu dengan Barbie, Ferrera harus membawakan monolog. Bagian itu lantas sangat terkenal dalam film Barbie. 
 
Sebab dalam monolog itulah banyak kritikus yang menilai bahwa apa yang dilakukan Ferrera itulah ada pesan feminisme terkuat dalam film ini dan dirasakan terhubung ke banyak orang di dunia. Yakni sulitnya menjadi seorang perempuan. 
 
Padahal Ferrera merasakan beratnya. Pertama karena monolog itu bak pidato. Dibawakan oleh Gloria di hadapan para karakter boneka ikonis itu saat mereka frustrasi. ”Itu salah satu adegan yang jauh lebih besar dengan banyak karakter di dalamnya," kata Ferrera dalam wawancara oleh Vanity Fair.
 
Memang sutradara Greta Gerwig sudah memberikannya kebebasan dalam menyampaikan monolog, tapi Ferrera mengira Gerwig bakal memberikan arahan spesifik, misalnya soal kecepatan hingga intonasi. Tapi sesuai arahan Gerwig, Ferrera harus mencari caranya sendiri untuk menyampaikan monolog tersebut.

BACA JUGA:Barbie Langsung Kalahkan Oppenheimer di Pembukaan Box Office Amerika Utara

Padahal ia tidak yakin apakah harus menyampaikan pesan-pesan kuat tersebut dengan bumbu humor atau mesti dengan suasana layaknya Barbie Land. ”Saya agak terkejut ketika Greta menyuruh saya senyata dan serendah diri mungkin, dan tidak terasa seperti itu adalah kenyataannya, tapi kenyataan bagi Barbieland," tuturnya.

Untungnya, baik Ferrera dan Gerwig, sama-sama tidak ingin monolog itu menjadi adegan yang memberikan kesempatan bagi para penonton untuk menangis tersedu sedan. Tapi justru itulah ada hal berat kedua yang dialami Ferrera yakni proses pengambilan gamar yang memakan waktu sekitar dua hari. 

Bayangkan, demi mendapatkan mood "pidato" yang tepat, Ferrera menjalani sekitar 50 kali pengambilan gambar. "Rasanya seperti 500. Saya yakin tidak segitu. Mungkin 30-50 kali dari awal hingga akhir," ungkapnya. 
 
Yang ketiga, buat aktris pemeran Ugly Betty, tiap pengambilan gambar adegan itu terasa berbeda. Ada yang lebih banyak dengan perasaan amarah. Ada yang lebih banyak mengundang tawa. Namun, dia hanya mengikuti insting untuk mengikuti ke mana emosi membawanya tiap kali syuting adegan monolog itu.

BACA JUGA:Film Barbie Baru Tayang, Sutradara Greta Gerwig Ingin Bikin Sekuel

Gerwig ikut membenarkan bahwa ada kalanya Ferrera membawakan pidato itu dengan perasaan yang muram. Para kru bahkan menangis ketika Ferrera sedang mengambil take untuk adegan. Termasuk dirinya. "Ketika America sedang memberikan pidato indahnya, saya mewek. Dan ketika saya melihat sekitar, saya menyadari bahwa semua orang menangis di lokasi set," kata Gerwig saat diwawancarai The Atlantic.

Artinya para laki-laki juga menangis karena mereka memiliki pidato yang mereka rasa tidak akan pernah mereka sampaikan. ”Mereka memiliki kesulitan yang mirip yang mana sangat menyakitkan," tegasnya.

Sebagai manusia dalam film itu, tidak hanya Ferrera. Ada Will Ferrell, Connor Swindells, dan Ariana Greenblatt. Selain tentu saja Margot Robbie dan Ryan Gosling ditunjuk sebagai pemeran utama, yakni Barbie dan Ken. Tapi rupanya berat tak hanya disandang manusia ya. Menjadi Barbie pun. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: