Cara Jatim Pertahankan Status Lumbung Padi Terbesar Indonesia

Cara Jatim Pertahankan Status Lumbung Padi Terbesar Indonesia

Khofifah saat melakukan panen padi di Situbondo, beberapa waktu lalu.-Humas Pemprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pemprov Jatim berhasil mempertahankan posisinya sebagai daerah penghasil padi tertinggi di tingkat nasional. Keberhasilan ini diperoleh melalui strategi pertanian presisi, intensifikasi, dan optimalisasi lahan yang digulirkan oleh Pemprov.

Sebagai pengakuan atas pencapaian luar biasa ini, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dianugerahi penghargaan Adhikarya Nararya Pembangunan Pertanian oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin, yang didampingi oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, kepada Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, dalam sebuah upacara yang berlangsung di Istana Wakil Presiden RI.

Khofifah Indar Parawansa, dengan rasa syukurnya, mengungkapkan bahwa prestasi ini adalah hasil kolaborasi dan kerja keras dari seluruh pihak yang terlibat, termasuk petani, kelompok tani (gapoktan), dan perguruan tinggi di Jatim.

Menurutnya, kolaborasi ini telah memungkinkan Jatim untuk terus meningkatkan produksi pertanian secara signifikan.

BACA JUGA:Jatim Ekspor Test Market ke Tiga Negara

BACA JUGA:Ekonomi Jatim Ungguli Nasional pada Triwulan II 2023, Gubernur Khofifah: Kesejahteraan Rakyat Dapat Meningkat

"Dengan rasa syukur, kami menyadari bahwa pencapaian ini adalah hasil usaha bersama. Kami berterima kasih kepada para petani, peneliti di bidang pertanian, gapoktan, perguruan tinggi, dan semua elemen yang telah mendukung setiap langkah maksimalisasi pertanian di Jatim," ujar Khofifah dalam rilisnya, Selasa, 15 Agustus 2023.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan tren positif pada data pertanian Jatim. Pada tahun 2020, produksi padi di Jatim mencapai 9,94 juta ton, disusul oleh 9,789 juta ton pada tahun 2021, dan 9,53 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) pada tahun 2022.

Sementara itu, produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk pada tahun 2022 mencapai 5,50 juta ton.

Salah satu faktor yang turut mendorong peningkatan produksi padi adalah adopsi teknik mekanisasi yang canggih.

Proses panen yang semakin banyak menggunakan combine harvester telah berhasil mengurangi potensi kerugian panen hingga sekitar sembilan sampai 11 persen.

BACA JUGA:Gubernur Khofifah: ASI Eksklusif untuk Turunkan Stunting

BACA JUGA: Jatim Ekspor 15 ton Rumput Laut ke Australia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: