Khofifah Beri Kuliah Umum Kepada Penerima Beasiswa

Khofifah Beri Kuliah Umum Kepada Penerima Beasiswa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berfoto bersama mahasiswa yang mendapat beasiswa.-Adpim Setdaprov Jatim-

SURABAYA, HARIAN DISWAY- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan Studium Generale atau kuliah umum di depan mahasiswa baru penerima beasiswa Pemprov Jatim. Mereka adalah mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang tersebar di Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, PTKI, dan M1 Ma'had Aly. 

Kuliah umum digelar di Dyandra Convention Center Surabaya, Rabu 6 September 2023.  Kepada mahasiswa, Khofifah menekankan pentingnya peningkatan global innovation, global  competitiveness, dan talent competitiveness index Indonesia. Caranya dengan pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Memiliki ilmu itu bagian yang sangat penting untuk mencapai tujuan Indonesia Maju dan Hebat, Jawa Timur Maju dan  Hebat," ungkapnya.

Khofifah menjelaskan, dalam Global Competitiveness Index 2022, Indonesia berada di urutan ke-44. Posisi ini jauh di bawah Singapura yang menempati urutan ketiga, Malaysia urutan ke-32, dan Thailand urutan ke-33.

BACA JUGA:Tiga Penghargaan Sekaligus Disabet Ansugi Law di Ajang Hukumonline’s Top 100 Indonesian Law Firms 2023

BACA JUGA:Wow, 2023 jadi Tahun Terpanas dalam Sejarah...!

Hal yang sama juga terjadi pada Global Innovation Index 2022. Indonesia berada di urutan ke-75. Sementara  Singapura berada di urutan ketujuh dan Malaysia urutan ke 35. Global Talent Competitiveness Index 2022 malah lebih parah. Indonesia ada di posisi ke-82. Terpaut jauh dengan negara ASEAN seperti Singapura di posisi runner-up.

Tahun ini, Pemprov Jatim mengalokasikan beasiswa untuk 535 mahasiswa di 39 sejumlah perguruan tinggi yaitu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI),  Ma’had Aly, atau Universitas Al Azhar Mesir. Rinciannya yaitu 285 mahasiswa dari 19 Ma’had Aly, 60 mahasiswa S-1 dari 4 PTKI, 120 mahasiswa S-2 dari 12 PTKI, 40 mahasiswa S-3 dari 4 PTKI, dan 30 mahasiswa S-1 Universitas Al Azhar Mesir.

 “Jawa Timur adalah pusatnya pesantren. Oleh karena itu penguatan manajemen di pesantren termasuk adalah mereka-mereka yang memiliki kedalaman keilmuan agama yang luar biasa itu harus mendapatkan keberimbangan secara keilmuan non pesantren. Sehingga kekuatan ini menyatu sebagai ekosistem pendorong kemajuan Jawa Timur dan bangsa Indonesia,” jelas Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan alasan dipilihnya Universitas Al Azhar Mesir menjadi sasaran program beasiswa ini. Hal ini karena Grand Syeikh Al Azhar selalu menekankan nilai kerukunan dan kedamaian  kepada mahasiswa-mahasiswanya.

BACA JUGA:Besok Digelar, Api Porprov Sudah Tiba di Grahadi

BACA JUGA:TikTok Simpan Data Eropa di Irlandia

Khofifah juga menyampaikan dalam waktu dekat King's College University, kampus berperingkat 37 dunia akan membuka kampus di KEK Singasari Malang. Ada tiga program studi master degree yang akan dibuka yakni digital marketing, digital media, dan creative industry.

Sementara itu, Ketua LPPD Prof. Dr. KH. Abd Chalim Soebahar menyampaikan, dalam kurun waktu 2019 – 2023 suudah 4.860 mahasiswa yang mendapat beasiswa ini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: