Tim SAR Gabungan Polresta Banyuwangi Temukan ABK yang Hilang di Pantai Grajagan

Tim SAR Gabungan Polresta Banyuwangi Temukan ABK yang Hilang di Pantai Grajagan

Mayat ABK yang hilang di pantaii Grajakan dievakuasi petugas.-Humas Polresta Banyuwangi-

BANYUWANGI, HARIAN DISWAY - Proses pencarian Anak Buah Kapal (ABK) yang hilang sejak Rabu (6/9/2023) di Perairan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, akhirnya membuahkan hasil. 

Proses pencarian yang dilakukan Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polresta Banyuwangi dengan tim Basarnas dan BPBD Banyuwangi berhasil menemukan ketiga korban yang dinyatakan hilang.

Ketiga korban yang hilang itu, di antaranya Tolib, 55, asal Kabupaten Bojonegoro; Dorik, 60, warga Desa Tamanagung, Kecamatan Cluring; dan TO, 30, warga Dusun Gumukrejo, Desa Purwoharjo.

Ketiganya korban saat kecelakaan laut bersama 27 ABK lainnya. Namun, ketiganya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

"Alhamdulillah, proses pencarian selama lima hari ini sudah membuahkan hasil. Para korban berhasil ditemukan dalam kurun waktu tiga hari," ujar Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Masyhur Ade, Senin (11/9).

BACA JUGA:Kebakaran Bukit Telettubies Gunung Bromo, Polisi Tetapkan Tersangka

BACA JUGA:Kelas Festival B Ditiadakan, Konser Neck Deep Live in Australia and Asia 2023 di Surabaya dan Jakarta Makin Intimate

Ia mengatakan, tim yang diterjunkan melakukan pencarian akhirnya diberhentikan karena proses pencarian sudah selesai dan semua korban sudah ditemukan.

Kompol Ade menerangkan, korban yang pertama ditemukan To atau Suprapto. ditemukan dalan kondisi mengapung di perairan Banyuwangi selatan. Sedangkan korban kedua yaitu Dorik atau Musbah Suduri.

Untuk korban terakhir yang ditemukan adalah Tolib. Semuanya ditemukan di tempat yang berbeda-beda.

"Dua korban ditemukan pada hari Minggu (10/9/2023), sedangkan satu korban ditemukan pada Senin (11/9/2023)," terang Kasatpolairud Polresta Banyuwangi.

Kompol Ade menambahkan, ditemukannya para korban tersebut juga mengakhiri proses pencarian yang dilakukan. Tim SAR gabungan seluruhnya ditarik ke mako masing-masing.

"Tentunya kita tetap mengimbau para nelayan untuk berhati-hati, dikarenakan cuaca ekstrem masih terjadi. Terutama gelombang tinggi," tegas Kompol Ade. (*)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: