Luka Lama: SBY vs Megawati

Luka Lama: SBY vs Megawati

IIlustrasi luka lama: SBY vs Megawati.- Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

KITA sudah empat kali melakukan pemilihan presiden secara langsung. Namun, sejatinya, baru dua serial saja. Yakni, SBY vs Mega dan Jokowi vs Prabowo. Luka lama serial pertama kini membayangi pembentukan koalisi.

Gerakan Partai Demokrat yang ingin merapat ke kubu PDIP masih terbentur problem hubungan SBY dan Mega. Itu menunjukkan dua tokoh tersebut belum sembuh dari warisan persaingan 2004.

Selama ini  komunikasi SBY-Mega sebatas acara kenegaraan. Itu pun saat SBY masih menjabat presiden. Selepas itu, keduanya belum pernah menunjukkan keakraban di depan publik. 

BACA JUGA:Gubernur dari Ring 1

BACA JUGA:Pilkada Dimajukan, Siapa Diuntungkan?

Lain halnya dengan penyelesaian duel Jokowi vs Prabowo. Kita sudah tahu, Prabowo bersedia gabung Jokowi dengan kompensasi menteri pertahanan. 

Bahkan, kini Prabowo berusaha mewarisi segala atribut Jokowi untuk modal nyapres. Intinya, Prabowo telah bersedia jadi murid dan bawahan bekas lawan politiknya itu.

Kembali ke SBY vs Mega. Gabungnya Demokrat ke koalisi PDIP akan sulit terjadi bila tanpa diawali dengan bersalamannya SBY dan Mega. 


Ilustrasi PDI Perjuangan vs Partai Demokrat.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

Namun, elite PDIP sudah pasang syarat. Seperti yang dilontarkan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Demokrat harus mendukung Ganjar Pranowo sebagai capres. Itu mutlak. Ibaratnya, Demokrat diminta memberikan jaminan di depan. 

BACA JUGA:Gibran dalam Puzzle Politik

BACA JUGA:Agustusan Terakhir di Jakarta?

Mungkin syarat itu masih bisa diterima. Sebab, ini bertujuan untuk koalisi dukungan capres. Tapi, syarat dari Panda Nababan, tokoh senior PDIP, bakal membuat Demokrat berpikir ulang.

Panda menginginkan persoalan lama untuk diklirkan dulu. Bahkan, mantan anggota DPR itu, di acara CNN Indonesia TV menyebutkan, ada lima pertanyaan yang harus dijawab atau diklarifikasi SBY sebelum bergabung ke blok PDIP. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: