Kenali Prinsip SeGeRa, Anjuran Kemenkes untuk Menemukenali Gejala Stroke

Kenali Prinsip SeGeRa, Anjuran Kemenkes untuk Menemukenali Gejala Stroke

Ilustrasi seorang pasien yang menggunakan kursi roda karena mengalami kelumpuhan pada kaki akibat stroke. -Siloam Hospitals-www.siloamhospitals.com

HARIAN DISWAY - Stroke adalah penyakit yang berbahaya karena mengancam nyawa penderitanya. Stroke menyerang berbagai orang tanpa pandang bulu, remaja hingga lansia bisa saja terserang Stroke.

Seorang yang menderita stroke segera memeriksakan dirinya ke dokter. Bila terlambat, bisa menimbulkan risiko yang fatal bagi penderitanya. 

Melansir dari laman Kementerian Kesehatan, Kemenkes menyebutkan sejumlah gejala stroke yang seringkali diderita pasien. Kemenkes menyebutnya SeGeRa Ke RS. Adapun kepanjangan dan penjelasan gejalanya meliputi :

1. Se

Pertama, senyum mulai kelihatan tidak simetris. Ini adalah gejala utama yang dialami penderita stroke yang menyebabkan mereka kelihatan senyum hanya mengarah dari 1 sisi. Akibatnya, mereka sering tersedak dan sulit minum.

BACA JUGA: Penyebab Kematian Nomor 2 di Dunia, Kemenkes Bagikan Tips Mengenali Gejala Stroke dengan SeGeRa

2. Ge

Kedua, gerak tubuh melemah secara mendadak. Ini adalah pertanda penderita stroke mulai merasakan lemas dan badannya sulit digerakkan. Akibat jangka panjangnya, penderita bisa mengalami kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu atau bahkan seluruh tubuh. 

3. Ra

Ketiga, secara tiba-tiba kesulitan bicara. Penderita stroke biasanya mengucapkan kata dengan tidak jelas. Bahkan mereka tidak mengerti kata-kata alias bicaranya tidak nyambung dari topik pembahasan dengan lawan bicaranya.

4. Ke

Keempat, kebas pada tubuh. Termasuk salah satu gejala umum, pengidap stroke akan merasakan sebagian tubuhnya mengalami kebas dan kesemutan, bahkan lebih parahnya lagi tubuhnya sukar dikendalikan. 

5. R

Kelima, rabun pada mata. Gejala ini harus segera dikonsultasikan ke dokter. Untuk memastikan apakah gejala ini hanyalah rabun biasa atau salah satu tanda stroke. Agar tidak terjadi penanganan kesehatan yang keliru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: ayosehat.kemkes.go.id