Pahlawan Muda (1): Allan Tandiono, Sosok di Balik Kesuksesan MRT, LRT, dan Whoosh

Pahlawan Muda (1): Allan Tandiono, Sosok di Balik Kesuksesan MRT, LRT, dan Whoosh

Allan Tandiono di samping moncong Whoosh, kereta cepat Jakarta-Bandung, di Stasiun Halim Perdanakusuma, Jakarta, 8 November 2023-Raka Denny-Harian Disway-

Edisi Hari Pahlawan kali ini, Harian Disway mengangkat tokoh-tokoh muda yang punya andil besar dalam inovasi teknologi. Salah satunya, Allan Tandiono. Pemuda 36 tahun yang berperan sentral di balik kesuksesan peluncuran berbagai moda transportasi publik berbasis kereta.

---

STASIUN Halim begitu ramai sejak pagi. Orang-orang datang dan pergi silih berganti. Apalagi, di lantai dua, ratusan orang sudah mengantre di pintu tiket. Hendak naik Whoosh, kereta cepat pertama di Indonesia dan Asia Tenggara itu.

Kami harus naik satu lantai lagi untuk sampai ke peron. Di sana sudah berjejal para penumpang yang mau masuk. 

Dan, ups, ada semacam ritual sendiri. Sebelum kereta berangkat, para penumpang berfoto dengan latar ujung kereta yang serupa peluru itu.

Foto-foto seperti itulah yang ramai di media sosial. Diunggah oleh para selebriti, pejabat, hingga netizen. Bukti Whoosh menjadi magnet sendiri bagi masyarakat.

Dengan kehadiran Whoosh, konektivitas warga Jakarta dan Bandung bisa sangat efisien. Ini pun melengkapi transportasi publik berbasis kereta di ibu kota. Tentu didukung integrasinya dengan MRT dan LRT.

BACA JUGA:Cara Memesan Tiket Kereta Api Whoosh Via Aplikasi di Smartphone, bisa dari KAI Acces Sampai Livin' Mandiri

BACA JUGA:Pahlawan Muda (2): Rahmat Erwin Abdullah Kebanggan Baru Dunia Angkat Besi

Memang begitulah salah satu ciri negara atau kota yang maju. Selalu lekat pula dengan kemajuan. Meski kehadirannya agak terlambat di Indonesia. 


Senyum Allan Tandiono di gerbong first class Whoosh di Stasiun Halim Perdanakusuma.-Raka Denny-Harian Disway-

MRT yang menjadi pelopor, misalnya, baru diluncurkan pada 2019. Terhitung masih hampir lima tahun. Jauh dari Singapura yang sudah memulai pada 1987.

Maka Allan Tandiono pun punya pilihan yang tepat. Ia bekerja di Land Transport Authority Singapore, otorita transportasi darat–yang juga mengelola berbagai proyek MRT di Singapura. Tepat begitu lulus Sarjana Teknik Sipil dari National University of Singapore (NUS). 

Suatu kali, Allan ditugasi oleh pimpinannya untuk mendampingi pejabat dari Indonesia yang studi banding MRT di Singapura. Kala itu usianya masih 25 tahun. Waktunya pun ia ingat betul: Sabtu, 30 Maret 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: