Tak Mau Indonesia Dikenal sebagai Bangsa Kuli, Prabowo: Bukan Itu Tujuan Kemerdekaan Indonesia

Tak Mau Indonesia Dikenal sebagai Bangsa Kuli, Prabowo: Bukan Itu Tujuan Kemerdekaan Indonesia

Prabowo-Gibran mendapat nomor urut 2 dari KPU RI.-TKN Prabowo-Gibran-

HARIAN DISWAY – Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus bakal calon presiden (bacapres) yang diusung Koalisi Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menyampaikan keprihatinannya terhadap keadaan kebanyakan rakyat Indonesia saat ini.

Ia mengungkapkan, saat ini masih banyak rakyat Indonesia yang harus bersusah payah mencari sepeser uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari walaupun sudah berada di usia senjanya.

Masih banyak anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan, mengalami kurang gizi, dan hidup di keluarga yang status ekonominya berada di bawah garis kemiskinan.

BACA JUGA: Ambil Nomor Urut: Prabowo Berpantun untuk Cak Imin, Sapa Megawati Sebagai Presiden RI

BACA JUGA: Rasa Bangga Prabowo-Gibran Mendapatkan Nomor Urut 2

Ia pikir, bukan keadaan bangsa yang seperti saat ini yang diimpikan para pendiri bangsa ketika memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Hal itu ia ungkapkan dalam acara Pidato Calon Presiden RI: Arah dan Strategi Politik Luar Negeri di auditorium CSIS Gedung Pakarti Center, Jakarta, Senin, 13 November 2023. Dalam acara yang juga dihadiri 80 duta besar negara sahabat itu, Prabowo menyampaikan keinginannya untuk membesarkan nama Indonesia.

Ia tak ingin Indonesia secara terus-menerus dikenal sebagai negara yang berpenghasilan rendah dan "bangsa kuli".

BACA JUGA: Ziarah ke Makam Gus Dur, Prabowo Subianto Minta Masukan dari Ulama se-Jawa Timur

BACA JUGA: Prabowo Bagi Tugas Kampanye dengan Gibran, Terutama di Wilayah Jateng

"Kita tidak mau selalu menjadi orang-orang yang hidup dari kurang 1 dolar per hari. Itu bukan tujuan kemerdekaan Indonesia, we don't want to be a nation of kuli's," tegas Prabowo.

Selain prihatin, ia khawatir dengan siklus itu jika terus-menerus terjadi. Keprihatinannya itu ia rasakan saat ia melihat seorang lansia yang berada di usia 70 tahun masih menjadi tukang becak demi mendapat sesuap nasi.

Sementara itu, uang yang lansia itu dapatkan dengan pekerjaan tersebut tidaklah lebih dari USD 1 per hari. Itu bukan standar yang baik untuk kehidupan seseorang di zaman ini.

BACA JUGA: Ambil Nomor Urut, Prabowo-Gibran Naik Bus Listrik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: