Cegah Korupsi di Kementerian Pertahanan, Capres Prabowo Subianto Pernah Libatkan KPK

Cegah Korupsi di Kementerian Pertahanan, Capres Prabowo Subianto Pernah Libatkan KPK

Cegah Korupsi di Kementerian Pertahanan, Capres Prabowo Subianto Pernah Libatkan KPK. Tampak Prabowo duduk di kokpit pesawat F-150EX di St Louis, AS, Agustus 2023.-Eric Shindelblower-AFP-

HARIAN DISWAY, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hasjim Djojohadikusumo mengatakan bahwa Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pernah mengendus dugaan korupsi saat awal menjabat di kementerian. Hal itu juga ditegaskan oleh Dahnil Simanjuntak, juru bicara Prabowo Subianto.

 

''Dugaan korupsi itu terungkap setelah Pak Prabowo mengutus orang ke luar negeri untuk menelisik ke produsen alat utama sistem pertahanan (alutsista, Red),'' kata Dahnil.

 

BACA JUGA:Berwawasan Global yang Luas, Capres Prabowo Subianto Dinilai Mampu Bawa Indonesia Berjaya di Dunia

 

Bahkan, saat awal menjabat itu, Prabowo mencurigai indikasi penyelewengan anggaran yang cukup signifikan. Ada tanda-tanda yang mengarah ke perilaku koruptif.

 

Berdasar dugaan tersebut, Prabowo memutuskan untuk membatalkan beberapa kontrak. Yang penting, uang negara aman. Tidak sampai terjadi kerugian.

 

"Pak Prabowo sampai melibatkan KPK untuk melakukan tindakan pencegahan," ucap Dahnil.

 

BACA JUGA:Ganjar Beri Nilai Merah Untuk Penegakan Hukum dan HAM Era Jokowi, Ini Respons Prabowo

 

Karena itu, Prabowo memangkas banyak proses belanja anggaran. Agar tidak terjadi upaya menaikkan harga alutsista di Kementerian Pertahanan.

 

Tindakan pencegahan itu memang perlu. Sebab, kata Dahnil, dugaan mark-up di lingkungan Kementerian Pertahanan itu cukup besar. Hingga mencapai 1.000 persen.

 

Dan itulah yang dilakukan Prabowo saat kali pertama menjabat sebagai menteri pertahanan. Yakni, tindakan pencegahan dengan cara penurunan anggaran belanja. "Beliau duduk dan datang di Kementerian Pertahanan tidak dengan pengetahuan yang kosong, tetapi dengan semua detail harga alutsista di seluruh dunia," kata Dahnil. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: