Jutaan Warga Gaza Kelaparan, DK PBB Kembali Adakan Sidang untuk Paksa Israel Hentikan Agresi

Jutaan Warga Gaza Kelaparan, DK PBB Kembali Adakan Sidang untuk Paksa Israel Hentikan Agresi

Dewan Keamanan PBB (DK PBB) akan kembali mengadakan sidang untuk memaksa Israel menghentikan agresinya di Gaza pada 19 Desember 2023 -UN-

HARIAN DISWAY - Dewan Keamanan PBB (DK PBB) akan kembali mengadakan sidang untuk memaksa Israel menghentikan agresinya di Gaza pada 19 Desember 2023.

Sidang darurat tersebut kembali dihelat, sebab Israel sama sekali tidak mengindahkan desakan Majelis Umum PBB serta seluruh pemimpin dunia internasional, untuk melakukan gencatan senjata pada keputusan sidang 13 Desember 2023 lalu.

Israel malah semakin mengintensifkan serangannya di seluruh wilayah Gaza, mulai dari Utara, Tengah, dan Selatan. Beberapa di antaranya yakni kamp pengungsian Jabalia, Nuseirat, Shujaeya, Tuffah, dan Darraj hancur total.

Itu karena serangan artileri tentara IDF pada 17 Desember 2023. Israel juga memperluas operasi militernya sampai ke Tepi Barat hingga menewaskan lebih dari 200 orang.

Dalam sidang kali ini, DK PBB akan mengusung draf resolusi “penghentian agresi militer secepatnya di Gaza, beserta penyaluran bantuan kemanusiaan tanpa batas”. Hasil resolusi darurat ini, diharapkan akan mampu menekan Israel untuk melakukan gencatan senjata segera.

Dilansir dari Al-Jazeera, Israel kini telah menggunakan metode agresi baru yang tidak manusiawi untuk membunuh warga sipil. Israel sengaja memutuskan saluran air bersih sepenuhnya dari Gaza. Sehingga, para masyarakat tidak memiliki air bersih untuk diminum.

BACA JUGA: AS Luncurkan Operasi Militer Prosperity Guardian, Lindungi Pelayaran Kapal Komersil di Laut Merah


Menurut Kementerian Kesehatan Palestina sebanyak 110 warga sipil terbunuh karena serangan udara tentara IDF di kamp pengungsian Jabalia pada 18 Desember 2023 -Al-Jazeera -

Selain itu, Israel juga memblokade aliran listrik dan bahan bakar di Gaza. Hal itu, membuat jutaan warga Gaza tidak bisa menggiling gandum untuk makanan mereka sehari-hari.

Bagian terburuknya, rumah sakit berhenti beroperasi, warga Gaza dan para jurnalis tidak bisa mengabarkan kondisi, serta truk bantuan kemanusiaan dari Mesir tidak bisa menyalurkan bantuan makanan dan air bersih.

Israel semakin semena-mena saja terhadap warga Gaza, pengiriman bantuan kemanusiaan yang lewat melalui perbatasan Karem Shalom, juga dibatasi menjadi 24 truk per harinya.

Alasannya, belum memenuhi izin keamanan di pos al-Awja yang ada di Israel. Padahal, warga Gaza membutuhkan 500 truk per harinya untuk bisa bertahan hidup.

Hal itu dikonfirmasi oleh Koordinator logistik MSF Robert Martinez. Menurutnya, jutaan nyawa warga Gaza kini terancam karena terkepung kondisi kemanusiaan yang semakin memburuk.

BACA JUGA:Majelis Umum PBB Mendukung Resolusi Gencatan Senjata Kemanusiaan di Gaza, Begini Tanggapan Israel

“Jutaan nyawa warga Gaza kini terancam, hanya beberapa saja diantara mereka yang memiliki air bersih. Itupun tidak banyak, paling hanya satu liter per harinya. Mereka menggunakan air seadanya itu untuk minum, mencuci, dan memasak. Tapi, kenyataannya itu tidak pernah cukup,” ujarnya.

Jika para warga sipil di Gaza tidak terbunuh karena serangan udara Israel, maka mereka akan terbunuh karena penyakit dan kelaparan. DK PBB harus mengambil langkah tegas secepatnya untuk menghentikan kekejaman Israel selama ini. (Salsa Amalika)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: