Waspada, Udara dan Cuaca Dingin jadi Media Persebaran Virus Berbahaya

Waspada, Udara dan Cuaca Dingin jadi Media Persebaran Virus Berbahaya

Waspada, udara dan cuaca dingin jadi media persebaran virus berbahaya. Virus dapat menyebar melalui udara, dan sirkulasi ruangan yang buruk. Cuaca dingin pun membuat virus lebih mudah bertahan.-freepik-people.com

Penyakit lain juga disebabkan oleh virus yang tersebar di udara. Ini termasuk flu biasa, infeksi virus pernapasan syncytial (RSV), campak, dan sindrom pernafasan akut parah (SARS).

Berapa banyak partikel yang perlu Anda hirup dan menimbulkan penyakit masih belum jelas. Dan berapa banyak yang Anda hirup bergantung pada banyak faktor berbeda pula.

BACA JUGA:Varian Baru Covid-19 Ditemukan di Banyak Negara, Ada BA.2.86 dan EG.5

Penyebaran Di Dalam dan Luar Ruangan

Berapa banyak virus yang beterbangan di udara bergantung pada lokasi Anda. Ruang dalam ruangan, atau ruang tertutup, cenderung memiliki ventilasi yang buruk dibandingkan dengan ruangan terbuka. 

Di luar ruangan, aerosol dapat melayang atau tertiup angin. Di gedung dengan ventilasi yang buruk, aerosol tidak akan kemana-mana. Saat aerosol terkumpul di udara, kemungkinan besar Anda akan menghirupnya dan terinfeksi. 



Waspada, udara dan cuaca dingin jadi media persebaran virus berbahaya. Hati-hati, virus dapat dengan mudah menyebar di udara. Perbaiki gaya hidup, serta perhatikan tata ruang dengan ventilasi yang cukup.-freepik-

Itu sebabnya banyak wabah COVID-19 banyak ditemukan di tempat-tempat dengan ventilasi buruk, tempat orang-orang berbicara dengan suara keras atau bernyanyi. Seperti restoran, bar, atau tempat ibadah.

Aliran udara yang baik dapat dengan cepat membersihkan udara dalam ruangan dari aerosol. Hal itu menurunkan kemungkinan orang menghirup cukup banyak virus untuk terinfeksi.

Beberapa virus, seperti flu, diketahui menyebar lebih cepat selama musim dingin. Orang cenderung menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan saat suhu turun. Namun, faktor-faktor lain juga dapat mempengaruhi seberapa mudah virus menyebar selama cuaca dingin.

Virus tertentu, termasuk flu, bertahan lebih lama di suhu dingin, tempat lembab, dan jumlah air di udara akan menurun saat cuaca dingin.

Penelitian juga menunjukkan bahwa flu menyebar di tempat yang memiliki kelembaban yang lebih rendah. Seema Lakdawala, peneliti flu di Universitas Emory, menemukan bahwa virus flu dalam aerosol dapat bertahan hidup pada berbagai tingkat kelembaban. 

Jadi, kelembaban mungkin tidak membahayakan virus itu sendiri. Sebaliknya, hal ini mungkin mempengaruhi kemampuan mereka untuk tetap berada di udara.

Pada kelembaban yang lebih rendah, air dari aerosol akan menguap. Hal itu menyebabkan mereka menyusut, sehingga mereka dapat bertahan di udara lebih lama dan melakukan perjalanan lebih jauh. 

Pada kelembapan yang lebih tinggi, aerosol mungkin menyerap air dari udara sehingga menyebabkannya jatuh lebih cepat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: newsinhealth.nih.gov