Tradisi Imlek Bersemi di Kampung Tambak Bayan

Tradisi Imlek Bersemi di Kampung Tambak Bayan

Tradisi Imlek bersemi di Kampung Tambak Bayan. Warga Tambak Bayan yang sebagian merupakan warga Tionghoa, masih lekat dengan tradisi leluhurnya. Pun saat Imlek.-Santi Wulida Sahri-

BACA JUGA:Imlek Berkaitan Erat dengan Awal Musim Semi, Ini Kebiasaan-Kebiasaan yang Dilakukan di Tiongkok

Bersamaan dengan lauk pauk, terdapat enam mangkuk berisi nasi putih beserta sumpit. Enam nasi itu selaras dengan jumlah keluarga yang didoakan.

Orang Tiongkok yakin bahwa Tahun Baru Imlek dirayakan pula oleh orang yang sudah wafat.

Liang memulai sembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa. Hal itu ditunjukkan oleh doa-doa yang dirapal dan dupa-dupa yang dibakar.

Tak lupa, sajian sepiring mi dan semangkuk nasi di belakang pintu. Liang turut mendoakan keberkahan rumahnya lewat sajian tersebut.

Usai sembahyang, Liang mengirimkan “uang” kepada arwah keluarga yang dituju. Pria paruh baya itu membakar replika kertas kimcua yang berlapis warna emas dan perak.

Jinzhi atau membakar uang arwah bermaksud sebagai sarana memberikan nafkah kepada leluhur di alam arwah. 

Ritual tersebut diyakini mampu memberikan kemakmuran bagi mereka yang sudah lebih dulu ke alam akhirat.

Sebelum membakar uang kertas, Liang lebih dulu membakar semacam pakua atau “surat jalan”. Surat ini adalah kertas-kertas yang berisi beragam aksara Mandarin.

“Ya, biar uangnya enggak diambil sama arwah-arwah yang lain. Jadi, pakua ini supaya uangnya hanya untuk keluarga saya. Biar bisa beli macam-macam di alam sana,” kata Liang, kemudian tertawa.

Sama seperti Hari Raya Idul Fitri, Tahun Baru Imlek juga identik dengan baju baru.

Liang menyebut bahwa minimal dua minggu sebelum Tahun Baru Imlek, ia membelikan baju baru kepada anak-anaknya. 

BACA JUGA:Kue Keranjang Identik dengan Imlek, Ini Kisah dan Sejarahnya

Tradisi Imlek bersemi di Kampung Tambak Bayan. Suasana dalam rumah Gu Siok Young, salah seorang warga Tambak Bayan, Surabaya. Ia duduk di sebelah Meja Abu dengan berbagai sajian serta foto mendiang keluarganya.-Santi Wulida Sahri-

Lalu, para anggota keluarga tidak boleh tidur hingga pukul dua belas malam. Mereka menunggu tahun baru tiba dengan tetap terjaga.

Selaras dengan Liang, Gu Siok Young, warga Kampung Tambak Bayan lain juga menunggu datangnya malam pergantian tahun dengan bergadang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: