Jelang Hari Coblosan, Dinkes Surabaya Siagakan Puskesmas dan Hotline 24 Jam

Jelang Hari Coblosan, Dinkes Surabaya Siagakan Puskesmas dan Hotline 24 Jam

PERANTAU di Surabaya jelang Pemilu 2024: tak bisa nyoblos, bawa dalam doa saja. Foto: Petugas KPU Surabaya menyiapkan surat suara.-Julian Romadhon-Harian Disway-

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tinggal dua hari lagi. Persiapan terus dilakukan mulai dari logistik hingga kesiapan layanan kesehatan untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan petugas Pemilu lainnya.

Salah satu hal penting yang disiapkan oleh Pemerintah Kota Surabaya ialah dukungan tenaga kesehatan (nakes). Termasuk membuka hotline 24 jam untuk kesehatan.

Skrining kesehatan bagi para petugas KPPS juga sudah dilakukan kepada 57.169 petugas. Puluhan ribu petugas KPPS itu akan bertugas melayani 8.167 TPS yang tersebar se-Kota Surabaya. 

BACA JUGA:Perantau di Surabaya Jelang Pemilu 2024: Tak Bisa Nyoblos, Bawa Dalam Doa Saja

Kepala Dinkes Kota Surabaya Nanik Sukristina mengatakan seluruh puskesmas di Surabaya diminta siaga. Terutama pada saat hari H pelaksanaan Pemilu 2024.

“Kami turut mencantumkan nomor hotline 24 jam aktif di tingkat kecamatan dan kelurahan. Sehingga dapat menentukan rujukan tingkat pertama di puskesmas dan tingkat kedua di RSUD,” jelasnya, Senin, 12 Februari 2024. 

BACA JUGA:Dirty Vote: Kecurangan Pemilu Dimulai Sejak Penunjukan PJ Kepala Daerah, Ini Penjelasannya

Nanik memastikan nakes di setiap puskesmas siap siaga selama penyelenggaraan Pemilu 2024.

Sehingga, petugas sakit dan kelelahan di TPS bisa segera dilakukan tindakan medis. 

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan semua pelayanan kesehatan yang diberikan kepada petugas Pemilu dan masyarakat adalah gratis. Ia berharap Pemilu 2024 dapat berjalan lancar dan sehat.

"Semua pelayanan gratis kita lakukan karena ini untuk warga Surabaya yang berjuang membantu negara," ujarnya. 

BACA JUGA:Dirty Vote Rangkum Kasus Ketua KPU Hasyim Asy'ari, dari Wanita Emas sampai Gibran

Cak Eri menilai, para anggota KPPS memiliki resiko kesehatan tinggi dan kelelahan.

Maka kondisi kesehatan harus terus dipantau selama proses Pemilu berlangsung. Jadi, ada nakes yang juga akan bergerak dan patroli dari satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) ke TPS lain.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: