Microsoft Perbaiki Sistem Update OS Windows 11, Install Update Tak Perlu Reboot

Microsoft Perbaiki Sistem Update OS Windows 11, Install Update Tak Perlu Reboot

Kabar baik. Microsoft akan segera perbaiki sistem update OS Windows 11 dan diluncurkan pada tahun ini juga. --Future

HARIAN DISWAY - Kabar baik. Microsoft akan segera perbaiki sistem update OS Windows 11 dan diluncurkan pada tahun ini juga. Itu setelah sekian lama pengguna Windows 11 melakukan reboot update dan terkadang membuat jengkel karena prosesnya berjalan dalam waktu lama.

Tapi akan muncul inovasi baru yang membuat pengguna tidak perlu reboot saat melakukan proses update Windows 11. Microsoft menggunakan metode baru untuk mengefisienkan proses update di Windows 11 ini. Metode ini disebut dengan metode hot patching.

BACA JUGA: Rilis Hari ini, Realme 12 Pro Plus Andalkan Lensa Telefoto Periskop yang Bisa Zoom 120 Kali

Hot patching sendiri adalah cara menginstall pembaruan keamanan OS pada pusat data Windows Server yang didukung komputer virtual (VM) yang tidak memerlukan boot ulang setelah penginstalan.

Metode ini sebelumnya sudah dipakai di Windows Server dan Xbox selama beberapa waktu. Metode hot patching untuk Windows 11 ini diharapkan bisa diluncurkan dengan versi 24H2 segera di tahun ini. Pembaruan ini akan meningkatkan kinerja PC dan menunjang alur kerja PC pengguna Windows 11.

Dilansir dari laman windowscentral.com, Microsoft sedang menguji metode pembaruan hot patching untuk PC Windows 11 ini. Perusahaan Microsoft sedang bersiap-siap untuk menghadirkannya ke setiap perangkat yang menjalankan Windows 11.

Terkait cara kerjanya, hot patching sendiri bekerja dengan "menambal kode dalam memori dari proses yang berjalan tanpa perlu memulai ulang proses". Inovasi ini memberikan kemudahan tersendiri bukan? Membuat proses instalasi menjadi semakin cepat.

Microsoft menggunakan hot patching pada Windows 11 untuk memberikan pembaruan keamanan bulanan tanpa mengharuskan pengguna memulai ulang.

Namun, ini tidak berarti pengguna tidak perlu reboot lagi untuk pembaruan yang tertunda. Hot patching ini bergantung pada pembaruan dasar yang memerlukan reboot setiap beberapa bulan.

Hanya ada empat pembaruan keamanan bulanan yang memerlukan reboot dalam setahun, yakni pada Januari, April, Juli, dan Oktober. Bulan lainnya akan dilayani melalui metode hot patching yang tidak memerlukan reboot.

Tentu saja, pembaruan keamanan utama, perbaikan bug dan pembaruan fitur apa pun bisa dikirimkan kapan saja jika diperlukan. Serta hal ini masih memerlukan reboot bahkan di luar bulan yang disebutkan di atas.

BACA JUGA: Rekomendasi HP Rp 2 Jutaan RAM 21 GB: TECNO SPARK 20 Pro Series #SiPalingSabi Hadir Sebagai Game Changer di Indonesia

Inovasi ini diharapkan bisa digunakan akhir tahun bersamaan dengan rilisnya Windows 11 versi 24H2 pada mesin x86-64. Perangkat ARM64 akan mendapatkan dukungan hot patching pada 2025. Itu jika jadwalnya tidak meleset.

Masih belum jelas apakah hot patching akan tersedia untuk semua pengguna Windows 11, atau akan disediakan hanya untuk edisi komersial Windows 11 seperti Enterprise, Education, dan Windows 365.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: