Dokter Tim Persebaya Bagikan Tip Puasa Sehat

Dokter Tim Persebaya Bagikan Tip Puasa Sehat

Suasana ramai warga yang berburu takjil di Jalan Karang Menjangan Surabaya Jawa Timur, Rabu 13 Maret 2024.-Moch Sahirol-Harian Disway

SURABAYA, HARIAN DISWAY - Dokter Tim Persatuan Sepak Bola Surabaya (Persebaya) dr Abdul Jabbar Al Hayyan bagikan tip pentingnya keseimbangan nutrisi selama ibadah puasa Ramadan. Pada dasarnya tidak ada pantangan makanan tertentu yang harus dihindari kecuali apabila orang dengan penyakit tertentu.

Pakar Ilmu Kedokteran Fisik dan Rehabilitas Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga ini mengimbau setiap penyajian makanan mengandung komposisi yang lengkap dan seimbang. Yakni, karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. 

"Contohnya (makanan) terang bulan menjadi hidangan favorit saat berbuka. Namun, kalori yang dimiliki terang bulan terlalu besar dan komposisinya tidak seimbang,” ujarnya, Senin, 18 Maret 2024.

BACA JUGA: 7 Hal Ini Makruh Dilakukan Saat Berpuasa

Komposisi yang seimbang dapat membantu tubuh menyerap makanan dengan baik. Kemudian mengubahnya sebagai cadangan energi selama beraktivitas saat berpuasa.

Dr Hayyan menyarankan tidak mengkonsumsi real food bukan process food agar tubuh menerima komposisi makanan dengan baik. “Kita boleh mengonsumsi apa pun selama berpuasa namun perlu diingat menjaga komposisi tiap makanan juga penting," ujarnya.

Ia menjelaskan misalnya dalam sehari, manusia membutuhkan 2.100 kkal. Maka selama berpuasa jumlah tersebut dibagi menjadi dua kali waktu makan.

Yakni, pada waktu sahur dan berbuka puasa. Maka sangat penting mengatur jadwal harian saat berpuasa. "Pembagian ini berguna untuk menjaga ketercukupan gizi dan energi dalam tubuh saat menjalankan puasa,” imbuhnya. 

BACA JUGA: Menelan Ludah Saat Puasa, Batalkah?

Menurutnya, selain menjaga nutrisi tubuh dan mengatur jadwal harian juga diperlukan konsultasi kesehatan dini saat berpuasa. Terutama, orang yang memiliki riwayat penyakit tertentu. 

“Contohnya, orang dengan penyakit diabetes harus melakukan konsultasi kepada dokter. Dengan itu, dapat mengetahui perubahan-perubahan apa saja yang perlu dilakukan selama bulan Ramadhan seperti timing penggunaan insulin pada orang diabetes,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan pola makan selama berpuasa. Masyarakat diminta tidak balas dendam saat berbuka dan berhasrat mengkonsumsi semua jenis makanan secara berlebihan. 

BACA JUGA:Menyegarkan! Lima Macam Menu ini Cocok untuk Buka Puasa

“Salah satu sunnah Rasul dapat mewakili, bahwa kita makan saat lapar namun kita harus mengetahui batasan-batasan saat kita dirasa cukup kenyang," ujarnya. (Wulan Yanuarwati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: