Tersangka Pembunuh Dante Bohong bagai Pinokio

Tersangka Pembunuh Dante Bohong bagai Pinokio

ILUSTRASI tersangka pembunuh Dante bohong bagai Pinokio.-Maulana Pamuji Gusti-Harian Disway-

”Hasil pemeriksaan ahli poligraf menyatakan bahwa jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh ahli poligraf terhadap tersangka tentang CCTV menunjukkan subjek yang diperiksa berbohong atau deception indicated.”

Berarti, diduga kuat bahwa tersangka Yudha mengakses, mencari tahu letak kamera CCTV kolam renang, sebelum tiba di kolam renang.

BACA JUGA: Bukti Hukum Pembunuhan Dante: Tersangka Tolah-toleh

Unsur itu sangat penting di sangkaan Pasal 340 KUHP, pembunuhan berencana yang disangkakan pada Yudha. Unsur perencanaan pembunuhan wajib dibuktikan secara jelas dan meyakinkan oleh penyidik. Dari hasil poligraf itu, jelas terbukti.

Kebohongan tersangka yang kedua, soal tersangka pernah menganiaya Tamara, ibunda Yudha. Penguji dites poligraf, menanyakan itu. Jawaban tersangka, tidak. Hasil tes menyatakan, tersangka bohong. Berarti, tersangka pernah menganiaya Tamara.

Dua kebohongan tersebut benar-benar menyudutkan tersangka. Pasal 340 KUHP adalah pasal maut. Ancaman hukuman mati. 

BACA JUGA: Bunuh, Dante Ditenggelamkan 12 Kali

Makin kuat tersangka berbohong, makin keras usaha polisi menguji kebohongan itu. Dalam hal ini, kebohongan tersangka terbukti di tes poligraf.

Sebenarnya, tanpa tes poligraf pun polisi bisa mendeteksi kemungkinan tersangka berbohong. Itu pelajaran utama polisi penyidik kejahatan. Polisi punya standar tertentu untuk mengetahui kemungkinan tersangka berbohong.

Dikutip dari American Psychological Association (APA) volume 47 edisi Maret 2016 berjudul Deception Detection, diungkap semua cara detektif di Amerika Serikat (AS) menguji kejujuran tersangka pembunuhan dalam proses wawancara maupun interogasi. 

Uji kejujuran itu tanpa tes poligraf, yang punya margin error sekitar 2 persen. Uji kejujuran itu cuma melalui pemeriksaan tersangka oleh detektif berpengalaman. Dan, detektif tersebut berpedoman pada teori psikologi yang sudah teruji sahih.

BACA JUGA :Misteri Pendamping Dante

APA membuka jurnal ilmiah psikologi itu dengan kalimat begini:

”Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kemampuan manusia untuk mendeteksi kebohongan, tanpa teori ilmu psikologi, tidak lebih akurat daripada kebetulan, atau setara dengan hasil melempar koin.”

Maksudnya, menebak kebohongan tanpa ilmu psikologi, hasilnya akan 50:50. Jadi, semacam tebak-tebakan. Sebab, ada manusia yang sangat jago berbohong. Karena itu, penyidik kriminal bisa tertipu kalau tidak berbasis psikologi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: