Ngeri, Virus Hepatitis Renggut 3.500 Nyawa Setiap Hari

Ngeri, Virus Hepatitis Renggut 3.500 Nyawa Setiap Hari

Ngeri, Virus Hepatitis Renggut 3.500 Nyawa Setiap Hari. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan pentingnya akses terhadap pengobatan penyakit mematikan tersebut.-Ryan Lim-AFP-

GENEWA, HARIAN DISWAY –  Virus hepatitis masih begitu mengerikan. Setiap hari, lebih dari 3.500 orang meninggal akibat virus hepatitis itu. Dan jumlah kematian dalam skala global terus meningkat.

Data tersebut dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Selasa, 9 April 2024. Laporan itu dirilis bersamaan dengan KTT Hepatitis Sedunia di Portugal pada pekan ini.

WHO menekankan perlunya tindakan cepat untuk memerangi penyakit infeksi paling mematikan terbesar kedua di dunia tersebut.

’’Ini adalah tren yang mengkhawatirkan," kata Meg Doherty, kepala program HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual global WHO, dalam konferensi pers yang dikutip Agence France-Presse.

BACA JUGA : Mengulik Jenis-Jenis Penyakit Hepatitis, Ada yang Sampai Penyakit Kronis

Laporan tersebut menyatakan bahwa ada 3.500 kematian per hari di seluruh dunia akibat infeksi hepatitis. Di antara itu, sebanyak 83 persen disebabkan oleh hepatitis B dan 17 persen oleh hepatitis C.

Sebenarnya, ada obat generik yang efektif dan murah yang dapat mengobati virus-virus tersebut. Tetapi, hanya tiga persen penderita hepatitis B kronis yang menerima pengobatan antiviral tersebut pada akhir 2022.

Sedangkan untuk penderita hepatitis C, hanya 20 persen atau sekitar 12,5 juta orang yang telah diobati.

"Hasil itu jauh di bawah target global untuk mengobati 80 persen dari semua orang yang hidup dengan hepatitis B dan C kronis pada 2030," kata Doherty.

Ngeri, Virus Hepatitis Renggut 3.500 Nyawa Setiap Hari. Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan pentingnya akses terhadap pengobatan penyakit mematikan tersebut. Deteksi dini juga sangat dianjurkan.-Freepik-

Di sisi lain, tingkat infeksi hepatitis secara sedikit turun. Namun, Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan bahwa laporan tersebut tetap sangat mengkhawatirkan.

"Meskipun ada kemajuan secara global dalam mencegah infeksi hepatitis, jumlah kematian meningkat karena terlalu sedikit orang yang didiagnosis dan diobati," katanya.

BACA JUGA : Indonesia di Hari Hepatitis Sedunia: Masih Banyak Kasus yang Harus Segera Ditangani

Afrika menyumbang 63 persen dari infeksi hepatitis B baru. Namun, kurang dari satu per lima bayi di benua tersebut yang divaksinasi saat lahir, demikian laporan tersebut.

Badan PBB itu juga menyesalkan bahwa negara-negara yang terkena dampak tidak memiliki akses yang cukup terhadap obat generik hepatitis. Bahkan, penderita sering harus membayar lebih dari yang seharusnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: