Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Hingga Siang Ini, Waspada Guguran Lahar di Sepanjang Aliran Sungai Besuk Kobokan

Gunung Semeru Erupsi 3 Kali Hingga Siang Ini, Waspada Guguran Lahar di Sepanjang Aliran Sungai Besuk Kobokan

Gunung Semeru alami erupsi sebanyak 3 kali hingga siang hari ini. --PVMBG

LUMAJANG HARIAN DISWAY - Gunung Semeru yang terletak di perbatasan Kabupaten Malang dan LUMAJANG, Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada hari Minggu, 21 April 2024.

Laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan total 3 kali erupsi terjadi sejak pagi hari tadi.

PVMBG melaporkan, erupsi pertama terjadi pada pukul 07.44 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 14 milimeter dan berdurasi 65 detik.

Tak lama kemudian, erupsi kedua terjadi pada pukul 07.47 WIB dengan tinggi kolom abu mencapai 600 meter.

Rekaman seismograf mencatat amplitudo maksimum 22 milimeter dengan durasi 110 detik.

BACA JUGA:Dua Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin Semeru di Kali Regoyo, Satu Orang Tertimbun Longsor

Sedangkan, erupsi ketiga dilaporkan terjadi pada siang hari tepatnya pukul 10.53 WIB. “Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Minggu, 21 April 2024, pukul 10:53 WIB,” ujar Petugas PVMBG Liswanto AP dalam keterangan tertulisnya.

Erupsi yang terjadi pada siang hari pukul 10.53 WIB terekam melalui seismograf dengan amplitudo maksimum 24 milimeter dan berdurasi 2 menit.

Namun, belum ada pantauan lengkap mengenai tinggi dan arah kolom abu pada erupsi siang hari. 

Liswanto menerangkan, Gunung Semeru mengeluarkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang. Kolom abu yang keluar saat erupsi pagi hari tersebut terpantau mengarah ke selatan.

BACA JUGA:Kali Regoyo Meluap Akibat Lahar Semeru, Warga Lumajang Evakuasi Mandiri

Bersamaan dengan informasi tersebut, PVMBG melarang warga untuk melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara, yakni sepanjang Besuk Kobokan, Kabupaten Lumajang dengan radius 13 Km dari puncak Gunung Semeru.

Di luar radius tersebut, warga diminta waspada terhadap perluasan awan panas dan aliran lahar di area tepian sungai Besuk Kobokan hingga 17 Km dari pusat erupsi.

Liswanto menyebutkan potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dapat terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: