Tantangan Etika dan Identitas dalam Pendidikan

Tantangan Etika dan Identitas dalam Pendidikan

Hari Pendidikan Nasional 2024 dan Ki Hadjar Dewantara-Sejarah serta makna Pendidikan dalam kerangka Tut Wuri Handayaniyani-Kemdikbud/Balai Pelestarian Cagar Budaya DIY

Padahal, jika sedikit saja para pimpinan itu mau membuka hati dan pikiran, bahwa masukan-masukan tidak melulu soal kebaikan dan yang indah-indah saja, tapi juga membenahi dari apa yang disebut masukan ”kurang enak” dari karyawan dan lalu sama-sama membangun serta memberikan tunjangan memadai kepada karyawan, mungkin mereka tidak akan kehilangan aset terbaiknya. 

Mungkin mereka akan menjadi perusahaan yang kokoh, tidak hanya terlihat dari gedungnya yang megah, tapi juga dari karyawannya yang loyal.

Dengan demikian, aksi-aksi demo pada 1 Mei atau protes terhadap perlakuan tidak adil terhadap staf pendidik tidak akan terjadi di jalan-jalan. 

Pentingnya terciptanya hubungan yang harmonis antara pendidik dan buruh dalam organisasi sangatlah besar sehingga penghargaan dan apresiasi terhadap kontribusi karyawan sejalan dengan aspirasi mereka untuk menciptakan lingkungan kerja yang adil dan inklusif. 

Penghargaan dan pengakuan atas kontribusi yang berarti merupakan kunci untuk membangun budaya kerja yang kokoh dan berkelanjutan sehingga karyawan merasa dihargai dan didengar.

Selamat Hari Buruh!

Selamat Hari Pendidikan! (*)

 

*) Menur Kusumaningtyas adalah esais, tinggal di Malang

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: